Tribun Bisnis
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Ancaman Krisis Pangan Dunia, Mentan: Program Pertanian Butuh Kerjasama Kuat

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo menegaskan ketahanan pangan nasional tengah dihadapi dengan tantangan dampak dari pandemi

Ancaman Krisis Pangan Dunia, Mentan: Program Pertanian Butuh Kerjasama Kuat
Kementerian Pertanian
Sejauh ini Kementan di bawah pimpina Mentan Syahrul Yasin Limpo memiliki enam fokus program utama perkebunan yang akan dilakukan selama lima tahun ke depan. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Reynas Abdila

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo menegaskan ketahanan pangan nasional tengah dihadapi dengan tantangan dampak dari pandemi Covid-19.

Menurutnya, butuh kerjasama yang kuat dari pemerintah pusat dan daerah dalam melaksanakan program pertanian.

“Bisakah ini hanya pemerintah pusat, hanya daerah saja? Tidak bisa. Pertanian membutuhkan kebersamaan. Semua memiliki harapan dan cita cita yang sama. Ini tugas bangsa, tugas nasionalisme," kata Mentan saat membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan Pertanian Nasional (Musrenbangtannas) 2020, Senin (13/7/2020).

Baca: Persiapan Kurban, Mentan Syahrul Pantau Hewan Ternak di Subang

Baca: Genjot Budidaya Anggrek, Mentan Dorong Eka Karya Flora Perluas Akses Pasar

Syahrul menyebutkan prioritas pembangunan pertanian nasional harus sesuai sasaran walaupun telah banyak dilakukan pemotongan anggaran pelaksanaan kegiatan Kementerian Pertanian.

“Tidak banyak orang yang tahu apa yang kita lakukan, tapi kita tahu persis, mempersiapkan bukan hal yang mudah. Banyak yang tidak paham dengan pemotongan anggaran, tapi kita tetap menciptakan ketersediaan pangan, itu salah satu yang harus kita lakukan,” tambah Syahrul.

Mentan berharap hasil akhir dapat melahirkan target komoditas strategis nasional, dan dapat diturunkan hingga ke tingkat provinsi dan kabupaten.

Dirinya meminta untuk segera menyusun rencana kerja yang realistis, berdasarkan target yang telah ditetapkan.

Sementara Ketua Komisi IV DPR-RI Sudin meminta pelaksanaan program pertanian berjalan sesuai dengan perencanaan yang telah ditentukan, sebagai langkah percepatan pemulihan ekonomi, serta kesejahteraan petani pasca pandemi Covid-19.

“Dari Musrenbang ini, saya berharap kepada Kementerian Pertanian agar perencanaan dan kegiatan dilaksanakan dengan sebaik-baiknya. Karena untuk menjaga ketersediaan pangan, memberikan stimulus ekonomi kesejahteraan bagi petani” papar Sudin.

Sementara itu Tahun 2021, merupakan tahun pertama implementasi dari restrukturisasi program.

Di antaranya lima program, yaitu: (1) Ketersediaan, Akses dan Konsumsi Pangan yang Berkualitas; (2) Nilai Tambah dan Daya Saing Industri; (3) Riset dan Inovasi Ilmu Pengetahuan dan Teknologi; (4) Pendidikan dan Pelatihan Vokasi; dan (5) Dukungan Manajemen.

Penulis: Reynas Abdila
Editor: Sanusi
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas