Tribun Bisnis
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Virus Corona

BPS: Ketimpangan Meningkat Akibat Pandemi Covid-19, Tertinggi di Yogyakarta

Secara nasional, kata Suhariyanto, nilai gini ratio Indonesia selama periode Maret 2013 hingga September 2014 mengalami fluktuasi.

BPS: Ketimpangan Meningkat Akibat Pandemi Covid-19, Tertinggi di Yogyakarta
Tribunnews.com.
Kepala BPS Suhariyanto 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Yanuar Riezqi Yovanda

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, tingkat ketimpangan pengeluaran penduduk Indonesia melalui gini ratio meningkat 0,001 poin sebesar 0,381 pada Maret 2020 dibanding September 2019 sebesar 0,380.

Kepala BPS Suhariyanto mengatakan, jika dirinci menurut wilayah, daerah perkotaan tercatat sebesar 16,93 persen atau tergolong pada kategori ketimpangan sedang.

"Sementara untuk daerah pedesaan, angkanya tercatat sebesar 20,62 persen,  berarti tergolong dalam kategori ketimpangan rendah," ujarnya, Rabu (15/7/2020).

Baca: Akibat Covid-19, BPS Catat Tingkat Ketimpangan Meningkat

Secara nasional, kata Suhariyanto, nilai gini ratio Indonesia selama periode Maret 2013 hingga September 2014 mengalami  fluktuasi.

"Ratio mulai mengalami penurunan pada periode Maret 2015 hingga September 2019," katanya.

Kondisi ini menunjukkan bahwa selama periode Maret 2015 hingga Maret 2019 terjadi perbaikan pemerataan pengeluaran
di Indonesia.

Namun demikian, dia menjelaskan, akibat adanya pandemi Covid-19, nilai gini ratio kembali mengalami kenaikan pada Maret 2020.

Berdasarkan daerah tempat tinggal, gini ratio di daerah perkotaan pada Maret 2020 adalah sebesar 0,393 atau naik 0,002 poin dibanding September 2019 sebesar
0,391.

Selain itu, juga meningkat sebesar 0,001 poin dibanding Maret 2019 sebesar 0,392.

Sementara, untuk daerah perdesaan, gini ratio tercatat sebesar 0,317 pada Maret 2020 atau naik sebesar 0,002 poin dibandingkan September 2019.

Namun, angka itu tidak mengalami perubahan dibanding dengan kondisi Maret 2019.

"Gini ratio di daerah pedesaan pada September 2019 dan Maret 2019 masing-masing tercatat sebesar 0,315 dan
0,317," pungkas Suhariyanto.

Adapun berdasarkan catatan BPS, provinsi dengan nilai gini ratio tertinggi tercatat di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta sebesar 0,434.

Sementara, terendah tercatat di Provinsi Bangka Belitung dengan gini ratio sebesar 0,262.

Penulis: Yanuar Riezqi Yovanda
Editor: Malvyandie Haryadi
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas