Tribun Bisnis
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Kadin: Bisnis Ritel dan Operasional Pabrik Masih Tersendat

Rosan Roeslani mengatakan bisnis ritel dan operasional pabrik masih tersendat di tengah kondisi adaptasi kebiasaan baru.

Kadin: Bisnis Ritel dan Operasional Pabrik Masih Tersendat
WARTAKOTA/Angga Bhagya Nugraha
Kantong belanja ramah lingkungan, tampak mulai digunakan warga saat belanja di Grand Indonesia Mall, Jakarta Pusat, Rabu (1/7/2020). Hari pertama penerapan pelarangan penggunaan kantong plastik di Jakarta, Grand Indonesia Mall menerapkan penggunaan kantong belanja ramah lingkungan (KBRL). Hal itu sesuai dengan Peraturan Gubernur Nomor 142 Tahun 2019 tentang Kewajiban Penggunaan Kantong Belanja Ramah Lingkungan pada Pusat Perbelanjaan, Toko Swalayan, dan Pasar Rakyat. (Warta Kota/Angga Bhagya Nugraha) 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Reynas Abdila

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Rosan Roeslani mengatakan bisnis ritel dan operasional pabrik masih tersendat di tengah kondisi adaptasi kebiasaan baru.

"Di bisnis ritel seperti pusat perbelanjaan mal, jumlah pengunjung masih mencapai 20-30 persen. Masih rendahnya jumlah kunjungan ke mal tidak terlepas dari protokol aktivitas sosial dan ekonomi di mana jumlah peserta, pengunjung, pekerja, dan pemilik usaha harus kurang dari 50 persen dari kapasitas," terangnya saat diskusi virtual Indef di Jakarta, Selasa (28/7/2020).

Banyak warga yang sadar penyebaran virus corona Covid-19 masih ada, sehingga masyarakat memilih tidak pergi ke pusat perbelanjaan, kecuali mendesak.

Baca: Kadin: Kabar Baik, Serapan Pasar Lokal Terhadap Produk Sektor Perikanan Cenderung Naik

Rosan bahkan memprediksi pengunjung mal yang sedikit ini masih akan berlanjut hingga 2022.

"Ini bukan jangka pendek. Kita harus mengambil sikap karena ini bisa terjadi tidak hanya sampai 2021 tapi 2022," ucap dia.

Sementara itu operasional pabrik paska implementasi new normal atau di masa PSBB transisi ini juga belum optimal.

Lima besar produsen otomotif di Indonesia seperti Toyota, Daihatsu, Suzuki, Mitsubishi, dan Honda sudah mulai membuka outlet dan aktivitas pabriknya.

Namun demikian, proses produksi masih sangat terbatas.

"Misalnya Daihatsu hanya menjalankan proses produksi pabrik sebanyak dua shift," beber Rosan.

Ikuti kami di
Penulis: Reynas Abdila
Editor: Sanusi
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas