Geser ke atas / tap '✖' untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun Bisnis
LIVE ●

Ekosistem Ekonomi Syariah Akan Diperbesar Lewat Pondok Pesantren

Pemerintah mengembangkan pondok pesantren untuk pengembangan ekosistem ekonomi syariah dan keuangan syariah.

Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Choirul Arifin
zoom-in Ekosistem Ekonomi Syariah Akan Diperbesar Lewat Pondok Pesantren
TRIBUN JATENG/HERMAWAN HANDAKA
Dr. Iskandar Simorangkir SE, MA. TRIBUN JATENG/HERMAWAN HANDAKA 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Yanuar Riezqi Yovanda

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pemerintah mengembangkan pondok pesantren untuk implementasi ekosistem pengembangan ekonomi dan keuangan syariah.

Kebijakan ini sebagai satu bentuk komitmen pemerintah terhadap peningkatan keuangan inklusif, termasuk syariah.

“Implementasi ekosistem pengembangan ekonomi dan keuangan syariah berbasiskan pondok pesantren ini dilaksanakan sebagai bentuk adaptasi kebiasaan baru menghadapi pandemi Covid-19,” ujar Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan Kemenko Perekonomian Iskandar Simorangkir, Jumat (7/8/2020).

Baca: BI Sebut Ekonomi Syariah Butuh Tiga Adaptasi saat Pandemi

Untuk tahap awal, lanjut Iskandar, kegiatan ini dilakukan di pondok-pondok pesantren mitra Bank BNI Syariah dan Barisan Ulama Muda Indonesia (BUMI).

Baca: Maruf Minta Peran DSN MUI Diperkuat untuk Memasyarakatkan Ekonomi Syariah

Sementara itu, hasil survei Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tahun 2019 menunjukkan Indeks Keuangan Inklusif sebesar 76,19 persen dari target 75 persen.

Namun, dia menambah kan, indeks inklusi keuangan syariah di Indonesia menurun dari 11,1 persen pada 2016 menjadi 9,1 persen pada 2019.

Rekomendasi Untuk Anda

"Padahal, populasi penduduk muslim di Indonesia yang mencapai 87,18 persen dari total penduduk sejumlah 255 juta jiwa menempatkan Indonesia sebagai negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia," pungkas Iskandar.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

BizzInsight

Berita Populer
Atas