Tribun Bisnis
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Virus Corona

Bicara Penanganan Covid-19, SBY: Keselamatan Jiwa Manusia dan Ekonomi Bisa Dijalankan Bersama

"Manusia tentu diutamakan penyelamatan jiwanya, tapi tidak perlu ekonomi menunggu sampai semua sudah terang benderang," ujar SBY.

Bicara Penanganan Covid-19, SBY: Keselamatan Jiwa Manusia dan Ekonomi Bisa Dijalankan Bersama
Tribunnews.com/ Seno Tri Sulistiyono
Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menerbitkan dua buku sekaligus yang berisi pengalamannya dalam menangani krisis di Puri Cikeas, Jawa Barat, Senin (10/8/2020) malam. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Seno Tri Sulistiyono

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Presiden Indonesia ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menilai penyelamatan jiwa manusia dan ekonomi dapat dijalankan secara bersamaan di tengah pandemi Covid-19.

"Sangat bisa dilakukan secara bersamaan, dua-duanya dapat diselamatkan. Jangan ada yang dikorbankan," ujar SBY saat peluncuran dua bukunya di Puri Cikeas, Jawa Barat, Senin (10/8/2020) malam.

"Manusia tentu diutamakan penyelamatan jiwanya, tapi tidak perlu ekonomi menunggu sampai semua sudah terang benderang," sambung SBY.

Menurut SBY, pilihan tersebut sebenarnya bukan suatu yang dilematis bagi pemerintah, karena dengan kebijakan yang tepat, langkah strategi, dan aksi tepat sasaran maka dapat menyelamatkan keduanya dari jurang krisis.

Baca: SBY Luncurkan Dua Buku, Ceritakan Pengalaman Tangani Krisis

"Kalau dilema menurut saya, misalnya ada pesawat disamping pilot ada dua penumpang. Tiba-tiba ada kerusakan mesin, pilot mengatakan tiga menit lagi pesawat jatuh," ucap SBY.

"Pilot punya payung udara, tapi penumpang ada dua dan hanya ada satu payung udara lagi. Siapa yang mau dikasih, dua-duanya laki-laki, bapak rumah tangga, namun payung dikasih siapa? Ini dilema," sambung SBY.

Baca: Atasi Krisis Akibat Covid-19, SBY Harap Pemerintah Alokasikan Dana Tepat Sasaran

Oleh sebab itu, SBY berharap pemerintah dapat memilih langkah-langkah yang tepat sasaran dan mengalokasikan anggaran untuk prioritas.

"Saya punya resep, saya punya tesis melewati buku ini. Jadi sangat bisa dua-duanya diselamatkan," papar SBY.

Saran maupun cerita pengalaman SBY menghadapi krisis kepada pemangku kepentingan dan masyarakat di tengah pandemi Covid-19 dituangkan dalam buku berjudul 'Pandemi Covid-19, Jangan Ada Yang Dikorbankan, Manusia dan Ekonomi, Keduanya Dapat Diselamatkan' dengan 108 halaman.

Penulis: Seno Tri Sulistiyono
Editor: Choirul Arifin
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas