Tribun Bisnis

Investor Ritel Perlu Digenjot untuk Gairahkan Lagi Pasar Modal

Perlu upaya meningkatkan partisipasi investor ritel dengan menyelenggarakan rangkaian program investasi dan edukasi pasar modal.

Penulis: Yanuar Riezqi Yovanda
Editor: Choirul Arifin
Investor Ritel Perlu Digenjot untuk Gairahkan Lagi Pasar Modal
Tribunnews/Irwan Rismawan
Karyawan mengamati harga saham di Profindo Sekuritas Indonesia, Jakarta, Senin (27/7/2020). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Yanuar Riezqi Yovanda

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - PT Mandiri Sekuritas menyatakan, investor individu atau investor ritel memiliki peranan penting dalam menjaga stabilitas dan mendorong perkembangan pasar modal Indonesia di tengah upaya pemulihan ekonomi nasional akibat dampak pandemi Covid-19.

Karena itu, perlu upaya meningkatkan partisipasi investor ritel dengan menyelenggarakan rangkaian program investasi dan edukasi pasar modal.

Direktur Mandiri Sekuritas Theodora VN Manik mengatakan, pihaknya meningkatkan kualitas investor retail melalui MOST Carnaval berupa rangkaian kegiatan pengenalan produk dan edukasi investasi pasar modal untuk para nasabah dan masyarakat.

"Pelatihan ini dapat membuka wawasan mengenai investasi pasar modal wajib dimiliki oleh setiap investor agar memperbesar peluang pengelolaan investasi lebih efektif dan aman," ujarnya, Kamis (13/8/2020).

Baca: Mayoritas Indikator Pasar Modal Bergerak di Zona Positif

Menurut Theodora, investor ritel, terutama di masa pendemi seperti sekarang ini berperan penting dalam menopang pertumbuhan pasar modal Indonesia.

Kemudahan akses, termasuk pengetahuan dan keterampilan berinvestasi, layanan digital, serta berinvestasi melalui perusahaan efek terpercaya turut mendorong kenaikan jumlah investor retail di Indonesia.

Baca: Pandemi Covid-19 Ubah Paradigma Investor Tentang Strategi Membiakkan Modal

"Selama masa pandemi ini, kami juga melihat minat masyarakat dalam berinvestasi meningkat terutama untuk membangun dana darurat. Karena itu, kami membuka kesempatan kepada masyarakat untuk belajar investasi di pasar modal lebih lanjut," kata Theodora.

Adapun, Data Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) mencatat jumlah investor pasar modal hingga Juli 2020 mencapai 3 juta atau meningkat 22 persen dari periode yang sama tahun lalu.

Sementara hingga Juli 2020, nilai transakasi saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) mencapai Rp 2.198 triliun dan nilai dana kelolaan (asset under management/AUM) reksa dana sebesar Rp 503 triliun.

Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas