Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Bisnis
LIVE ●

Masuki Usia ke-274 Tahun, PT Pos Ngegas di Platform Digital

Kini PT Pos Indonesia melakukan transformasi digital dengan meluncurkan platform digital berupa aplikasi mobile one stop courier QPosinAja.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Reynas Abdila
Editor: Choirul Arifin
zoom-in Masuki Usia ke-274 Tahun, PT Pos Ngegas di Platform Digital
Tribun Jabar/Gani Kurniawan
ILUSTRASI 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Reynas Abdila

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - PT Pos Indonesia (Persero) mengubah wajah digital di usianya yang ke-274.

Direktur Komersial PT Pos Indonesia Charles Sitorus mengatakan, selama ini masyarakat mengenal PT Pos Indonesia melalui kantor-kantor cabang fisiknya di seluruh Indonesia.

Kini PT Pos Indonesia melakukan transformasi digital dengan meluncurkan platform digital berupa aplikasi mobile one stop courier QPosinAja.

“Platform ini melayani kebutuhan masyarakat terkait kurir. Semua ada di aplikasi QPosinAja. Pelanggan yang ingin mengirin barang tak perlu lagi datang ke kantor pos tapi cukup minta dijemput di rumah dan barang akan diambil,” Charles dalam webinar di Jakarta, Rabu (9/9/2020).

“Pemesanan bisa dilakukan melalui aplikasi dan tarif juga sudah tercantum,” sambung dia.

Baca: Ingin Penghasilan Tambahan? PT Pos Indonesia Buka Lowongan Kerja untuk Mahasiswa atau Lulusan SMU

BUMN bidang logistik PT ini telah beradaptasi dengan kemajuan teknologi saat ini di mana semua sudah terkoneksi dengan internet.

Rekomendasi Untuk Anda

“Apalagi di masa pandemi Covid-19 masyarakat melakukan sebagian besar transaksi secara onlne dan tak mau lagi antar barang ke lokasi,” ujar Charles.

Di usia ke-274, PT Pos Indonesia sudah beralih ke digital dengan sejumlah platform yang sudah diluncurkan.

Khusus untuk QPosinAja selain barang bisa dijemput ke rumah, masyarakat juga bisa melacak posisi barang dan melakukan pembayaran di tempat.

Charles menerangkan kelebihan QPosinAja adalah Cash on Delivery alias bayar di tempat.

Selama ini pebisnis online masih ada keraguan apakah barang yang mereka kirim dibayar oleh pembeli atau pembeli juga ragu apakah barang yang dibeli sesuai dengan keinginan.

“Fasilitas CoD menjawab semua keraguan itu,” tegas dia.

Berdasarkan pengalaman PT Pos yang sudah lama, proses pengiriman barang bisa dilakukan dengan cara bayar di tempat.

PT Pos Indonesia juga terus berupaya menarik minat kelompok milenial agar mau menggunakan aplikasi digital yang mereka buat.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

BizzInsight

Berita Populer
Atas