Tribun Bisnis
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Virus Corona

Dibutuhkan Kedisiplinan dalam Menerapkan Protokol Kesehatan di Industri Penerbangan

Dan dengan demikian sektor kesehatan menjadi yang utama dalam setiap kegiatan termasuk di kegiatan penerbangan.

Dibutuhkan Kedisiplinan dalam Menerapkan Protokol Kesehatan di Industri Penerbangan
Serambi Indonesia/Hendri
Ilustrasi: Penumpang pesawat udara mengikuti protokol kesehatan di ruang tunggu Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda (SIM) Blang Bintang, Kabupaten Aceh Besar, Aceh, Rabu (2/9/2020). Menurut pihak Bandara Sultan Iskandar Muda Aceh, meski pandemi Covid-19 belum berakhir, arus penumpang di bandara tersebut mulai meningkat, dalam sehari mencapai 600 penumpang yang terbang menggunakan pesawat. Serambi Indonesia/Hendri 

Ketua Konsentrasi Kebijakan Publik Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Trisakti Muhammad Zilal Hamzah, menyatakan bahwa saat ini dibutuhkan kedisiplinan dalam menerapkan protokol kesehatan baik oleh penumpang maupun oleh petugas penerbangan di lapangan.

"Petugas harus proaktif dalam menegakkan kedisiplinan pada penumpang. Jika tidak, akan selalu ada penumpang yang mengabaikan protokol kesehatan dan ini dampaknya bisa merugikan penumpang lain, baik secara kesehatan maupun dalam operasional penerbangan," ujarnya.

Baca: Jadi Akses ke Bandara Kertajati, Tol Cisumdawu Ditarget Rampung Akhir 2021

Sementara itu Agoes Soebagio menyatakan dengan menciptakan penerbangan yang aman, selamat, nyaman dan sehat akan dapat mengembalikan kepercayaan masyarakat menggunakan transportasi udara.

"Masyarakat yang sehat dan aktif melakukan aktivitas transportasi udara akan berdampak pada kesehatan operator penerbangan.

Dan pada akhirnya hal ini akan dapat menggerakkan perekonomian nasional sehingga dapat tumbuh dan mensejahterakan masyarakat dan bangsa Indonesia," ujarnya.

Untuk itu perlu ada persamaan persepsi antara regulator serta seluruh stakeholder agar konsisten dalam melaksanakan regulasi penerbangan baik nasional maupun internasional dengan ditambah protokol kesehatan yang ketat sehingga tercipta penerbangan yang selamat, aman, nyaman dan sehat.

Juga diperlukan kolaborasi yang baik untuk melakukan kampanye, memberikan edukasi secara masif pada masyarakat tentang penerbangan yang selamat, aman, nayman dan sehat.

Agoes menambahkan bahwa FGD ini adalah salah satu bentuk kolaborasi yang penting antara regulator, operator, akademisi dan masyarakat.

"Kami akan mendengarkan segala masukan dan akan menjadi pertimbangan kami dalam menyusun strategi sesuai tugas pokok dan fungsi kami dalam menyiapkan sektor transportasi udara pada situasi tatanan kebiasaan baru di tengah pandemi Covid-19 khususnya pada wilayah kerja Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah VI Padang," lanjutnya.

Agoes juga menyatakan bahwa di masa pandemi ini, pemerintah dalam hal ini Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan tetap menjalankan tugas pokok dan fungsinya yaitu melakukan pengaturan, pengawasan dan pengendalian di sektor penerbangan.

"Kami di Kantor Otoritas Bandar Udara yang merupakan ujung tombak pemerintah pada sektor penerbangan di wilayah masing-masing tetap melakukan tugas pokok dan fungsi kami yaitu melakukan pengawasan dan pengendalian.

Halaman
123
Ikuti kami di
Penulis: Sanusi
Editor: Hendra Gunawan
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas