Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Bisnis
LIVE ●
Update Jadwal & Skor
Menuju Kick-Off
00
Hari
00
Jam
00
Menit
00
Detik
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 02:00 WIB
Mexico
Meksiko
VS
South Africa
Afrika Selatan
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 09:00 WIB
South Korea
Korea Selatan
VS
Czechia
Ceko
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga

Mengintip Strategi ''Menyulap'' Kamar Hotel Jadi Seharga Kos-kosan saat Pandemi

Murti Kartikasari mengatakan, pihaknya memiliki strategi dengan memberlakukan promo tarif ekstrem selama satu bulan.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Yanuar R Yovanda
Editor: Sanusi
zoom-in Mengintip Strategi ''Menyulap'' Kamar Hotel Jadi Seharga Kos-kosan saat Pandemi
IHG.COM
Holiday Inn Express Jakarta Matraman 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Yanuar Riezqi Yovanda

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pengelola hotel terus memutar otak supaya arus kas dan bisnis tetap bertahan saat pandemi corona atau Covid-19 dengan strategi di luar kewajaran atau ekstrem.

Manager Holiday Inn Express Jakarta Matraman Murti Kartikasari mengatakan, pihaknya memiliki strategi dengan memberlakukan promo tarif ekstrem selama satu bulan.

"Promo tarif sebulan Rp 6 juta. Seharga waktu aku masih ngekos," ujarnya kepada Tribunnews, Rabu (16/9/2020).

Baca: Bertahan di Tengah Pandemi, Hotel Tawarkan Paket Isolasi Mandiri Mulai Rp 1,5 Juta

Baca: Pengelola Hotel Akui Dampak Pandemi Covid-19 Lebih Buruk Ketimbang SARS

Bahkan menurutnya fasilitasi yang didapat pemesan dengan harga tersebut sudah lebih bagus dari kos-kosan meski perusahaan tidak mendapat untung besar.

"Sekarang jual hotel sebulan itu semua kasur pakai merk luxury. Sedih kan, ada yang mau, tapi tidak banyak," kata Tika.

Sementara, dia menambahkan, hitungan tarif bulanan itu jauh lebih murah dari harian sebesar Rp 350 ribu per malam karena pengelola tidak memiliki pilihan lain dalam menghadapi pandemi.

Rekomendasi Untuk Anda

Bahkan tarif harian sebelum ada pandemi bisa mencapai Rp 575 ribu hingga Rp 600 ribu lebih per malam, namun perusahaan memangkas itu agar okupansi tetap ada.

"Okupansi kita oke bisa 50 persen dengan harga itu, tapi selisih keuntungan kecil sekali. Kami perkiraan industri hotel sampai akhir tahun sulit pulih 100 persen karena vaksin baru ada Desember 2020, mungkin baru disebar kuartal I 2021," pungkasnya.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

BizzInsight

Berita Populer
Atas