Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun Bisnis
LIVE ●

Menko Airlangga: Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi 2020 Minus 1,1 Persen

Airlangga Hartarto mengatakan pemerintah memproyeksi pertumbuhan ekonomi RI di tahun 2020 sebesar minus 1,1 persen.

Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Reynas Abdila
Editor: Sanusi
zoom-in Menko Airlangga: Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi 2020 Minus 1,1 Persen
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian yang juga Ketua Umum Partai Golkar, Airlangga Hartarto saat wawancara khusus dengan Tribun Network di Kantor Tribun Network, Jakarta Pusat, Selasa (1/9/2020). TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Reynas Abdila

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan pemerintah memproyeksi pertumbuhan ekonomi RI di tahun 2020 sebesar minus 1,1 persen.

"Dengan segala yang terjadi pertumbuham ekonomi akhir tahun bisa minus 1,1 persen atau 0,20 persen," kata Menko Airlangga dalam Peluncuran TribunKaltara.com Jumat (18/9/2020) malam.

Menurutnya, pertumbuhan ekonomi Indonesia tidak terkoreksi terlalu dalam karena langkah pemerintah yang tidak melakukan lockdown.

"India melakukan lockdown hingga minus mencapai 23,29 persen. Kita tidak lockdown hanya minus 5,32 persen. Artinya memang Indonesia melakukan kebijakan berbeda hasilnya pun berbeda. Kalau kita saat itu lockdown mungkin bisa minus 9 persen atau minimal di atas minus 6 persen," ucapnya.

Pemerintah memproyeksi pertumbuhan ekonomi RI 2021 berada di kisaran 4,5 hingga 5,5 persen.

Menurutnya, prediksi ini sesuai dengan proyeksi lembaga dunia.

Rekomendasi Untuk Anda

"IMF memproyeksi kita tumbuh 6,1 persen, World Bank 4,8 persen, ADB 5,3 persen, dan OECD sebesar 5,2 persen di 2021," kata Airlangga.

Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan pertumbuhan ekonomi RI kuartal II 2020 minus hingga 5,32 persen.

Secara kuartalan, ekonomi terkontraksi 4,19 persen dan secara kumulatif terkontraksi 1,26 persen.

Kontraksi ini lebih dalam dari konsensus pasar, maupun ekspektasi pemerintah dan Bank Indonesia di kisaran 4,3 persen hingga 4,8 persen.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

BizzInsight

Berita Populer
Atas