Tribun Bisnis

Dubes Heri Akhmadi Berharap Adanya Kepastian Hukum di Indonesia Bagi Investor Jepang

Keberadaan UKM Jepang bagi Indonesia dianggap Heri sangat penting dengan melihat contoh Vietnam baru-baru ini dalam menarik investor Jepang.

Dubes Heri Akhmadi Berharap Adanya Kepastian Hukum di Indonesia Bagi Investor Jepang
Koresponden Tribunnews.com/Richard Susilo
Duta Besar Indonesia untuk Jepang, Heri Achmadi. 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Duta besar Indonesia untuk Jepang, Ir Heri Akhmadi (67) mengharapkan adanya kepastian hukum di Indonesia khususnya bagi investor Jepang.

"Saya baru mendengar dari Gubernur Jawa Timur adanya kasus yang baru diputuskan setelah 11 tahun dan kini dalam proses banding," kata Heri Akhmadi kepada Tribunnews.com, Selasa (22/9/2020).

Pria kelahiran Ponorogo Jawa Timur itu rencananya baru berangkat ke Jepang pada Oktober 2020 untuk bersiap menghadapi acara pelantikan resmi sebagai Duta Besar oleh Kaisar Jepang.

Heri juga menekankan pentingnya usaha kecil dan menengah (UKM) dibawa ke Indonesia.

"Mungkin kita perlu menekankan pula untuk memperluas basis investasi di samping juga memperbaiki masalah kepastian hukum yang ada seperti disampaikan Bapak Rachmat Gobel," ujar Heri.

Keberadaan UKM Jepang bagi Indonesia dianggapnya sangat penting dengan melihat contoh Vietnam baru-baru ini dalam menarik investor Jepang.

"Dari 15 industri Jepang yang dialihkan ke Vietnam, 6 industri besar masuk ke Vietnam dengan rantai pasok kalangan industri Jepang yang sangat bagus. Hal ini mungkin baik bagi pertumbuhan ekonomi kita juga apabila dilakukan seperti itu," kata dia.

Selain itu dari relokasi perusahaan Jepang ke luar China, perlu dimanfaatkan Indonesia dengan baik dan ternyata hanya satu perusahaan yang ke Indonesia, terkait bidang medis.

Baca: RI Butuh Kepastian Hukum dalam Usaha agar Tak Kalah dari Tetangga untuk Menarik Investor Asing

Duta besar Heri juga menyampaikan informasi adanya bantuan Jepang berbentuk ODA (Official Development Assistance) sebesar 50 miliar yen untuk bantuan medis terkait penanganan pandemi Covid-19 di Indonesia.

"Dari dana tersebut untuk bantuan pengembangan vaksin merah putih serta untuk pengembangan obat anti virus corona di Indonesia," kata dia,

Menurutnya industri farmasi di Indonesia masih rawan karena 80 persen bahan dasarnya masih diimpor.

Sementara itu masih terkait Jepang, telah terbit Buku "Rahasia Ninja di Jepang", pertama di dunia cerita non-fiksi kehidupan Ninja di Jepang dalam bahasa Indonesia, silakan tanyakan ke: info@ninjaindonesia.com

Ikuti kami di
Editor: Dewi Agustina
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas