Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun Bisnis
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Indonesia Resesi, Wakil Rakyat Ajak Masyarakat Perbanyak Konsumsi Produk Dalam Negeri

Menteri Keuangan Sri Mulyani memproyeksikan pertumbuhan ekonomi kuartal III 2020 minus 2,9 persen sampai minus 1,0 persen

Indonesia Resesi, Wakil Rakyat Ajak Masyarakat Perbanyak Konsumsi Produk Dalam Negeri
Golkar
Anggota DPR Dito Ganinduto. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Vincentius Jyestha

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani memproyeksikan pertumbuhan ekonomi kuartal III 2020 minus 2,9 persen sampai minus 1,0 persen atau dengan kata lain Indonesia akan masuk zona resesi.

Menanggapi hal itu, Ketua Komisi XI DPR RI Dito Ganinduto menjelaskan dirinya tetap optimis kontraksi terhadap keseluruhan indikator perekonomian di Tanah Air tidak akan berkepanjangan.

"Apabila Indonesia resesi tentunya saya memiliki optimisme bahwa kontraksi terhadap keseluruhan indiktor perekonomian tidak berkepanjangan dan jaring pengaman sosial terus disalurkan kepada masyarakat," ujar Dito, ketika dihubungi Tribunnews.com, Rabu (23/9/2020).

Baca: Indonesia Siap-siap Resesi Ekonomi, Pakar Finansial Beri Kunci Menghadapi dengan Tetap Belanja Rutin

"Resesi atau tidak resesi ini sebenarnya pengertian technical, apabila dua Quartal pertumbuhannya negatif berturut-turut maka dikategorikan kondisi perekonomian mengalami resesi. Pada Q2 2020 pertumbuhan ekonomi terkontraksi minus 5,32 persen dan Q3 diproyeksikan minus 1,92 persen. Ini menunjukkan bahwa di Q3 ada momentum perbaikan perekonomian meskipun Q3 negatif," imbuhnya.

Baca: Indonesia di Ambang Resesi, Ini 4 Hal yang Perlu Dilakukan untuk Hadapi Ancaman Penurunan Ekonomi

Dito mengatakan pihaknya terus mendukung upaya langkah-langkah pemerintah untuk menciptakan daya ungkit perekonomian melalui berbagai kebijakan.

Antara lain di sektor kesehatan, jaring pengaman sosial dan ekonomi, serta memaksimalkan belanja daerah kepada delapan daerah yang secara langsung dapat mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

Dengan begitu, politikus Golkar tersebut berharap nantinya kontraksi di Q3 dan Q4 tidak terlalu dalam dan di akhir tahun perekonomian Indonesia bisa tumbuh positif.

"Sehingga di Q3 dan Q4 keseluruhan ekonomi tidak terkontraksi terlalu dalam dan keseluruhan perekonomian kita harapkan di akhir tahun dapat tumbuh positif sesuai dengan yang kita harapkan bersama," kata dia.

Selain itu, Dito juga mengajak semua pihak agar mendukung kebijakan perekonomian dengan mengkonsumsi produk dalam negeri. Imbas dari kebijakan itu akan membuat bangkitnya produksi dalam negeri.

"Saya berharap dalam mendukung kebijakan perekonomian nasional saat ini, sebisa mungkin kita melakukan konsumsi produk dalam negeri sehingga tercipta demand sebagai daya dorong membangkitkan produksi dalam negeri," jelasnya.

"Ke depan kita harus optimis terhadap keseluruhan kebijakan pemerintah yang terus disalurkan kepada masyarakat dan menjaga disiplin protokol Covid-19," tandas Dito.

Diketahui, Indonesia akan masuk zona resesi, setelah Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memproyeksikan pertumbuhan ekonomi kuartal III 2020 minus 2,9 persen - minus 1,0 persen.

"Yang terbaru per September 2020 ini, minus 2,9 persen - minus 1,0 persen. Negatif teritori pada kuartal III ini akan berlangsung di kuartal keempat," kata Sri Mulyani dalam konferensi pers APBN Kita September virtual, Selasa (22/9/2020).

Ikuti kami di
Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas