Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun Bisnis
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Sandi Dorong Petinggi BUMN Miliki Nilai Kewirausahaan

Hal itu dinilainya penting untuk meningkatkan kinerja perusahaan terlebih di tengah turbulensi ekonomi akibat wabah covid-19.

Sandi Dorong Petinggi BUMN Miliki Nilai Kewirausahaan
Shutterstock
Ilustrasi UMKM. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Sandiaga Uno menilai pemimpin perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) harus memiliki nilai kewirausahaan (Entrepreneurial Values) dan orientasi kewirausahaan (Entrepreneurial Orientation).

Hal itu dinilainya penting untuk meningkatkan kinerja perusahaan terlebih di tengah turbulensi ekonomi akibat wabah covid-19.

“Dalam keadaan yang sekarang bisa disebut sebagai turbulensi faktor utama adalah meningkatkan nilai- nilai kewirausahaan atau EV entreprenuirial Value dari pimpinan BUMN. Terutama CEO dan CFO mereka harus memiliki nilai-nilai keiwarausahaan,” kata Sandiaga Uno dalam ketarangan tertulisnya di Jakarta, Rabu (7/10/2020).

Baca: Kiat Jadi Enterpreneur Sukses Bagi Milenial: Terus Mencoba dan Berani Gagal

Pernyataan Sandi Uno ini berdasarkan hasil penelitiannya dalam disertasi yang berjudul 'The Effect of Entrepreneurial Values and Entrepreneurial Orientation on the Financial Performance and Their Impacts on Future Intention: An Empirical Evidence from Indonesia State - Owned Enterprises'.

Dalam disertasi ini, Sandi meneliti tentang pengaruh nilai-nilai kepemimpinan yang dimiliki oleh bos-bos BUMN terhadap kinerja perseroan.

Hasil temuan dari disertasi Sandiaga menunjukkan bahwa nilai kewirausahaan yang dimiliki para pemimpin BUMN tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja finansial sebuah perusahaan BUMN.

Sandiaga mengatakan ada banyak faktor yang menyebabkan self direction dari para petinggi BUMN sangat rendah.

Baca: Arief Poyuono : Buruh Mogok Otomatis karena Pemberlakuan PSBB Ketat hingga Pembubaran BUMN

Mulai dari sikap pasif dari pemimpin itu sendiri hingga regulasi rumit dari atasannya atau Kementerian BUMN.

“Contohnya sesederhana seperti (sikap) menunggu arahan, belum ada WA dari atasan, belum ada kebijakan dari kementerian. Kedua, regulasi yang mengekang para CEO BUMN mengakibatkan mereka khawatir mengambil inovasi,” ujar Sandiaga.

Menurut Sandi, pemerintah harus hati-hati dalam memberikan resource availability atau penambahan sumber daya kepada BUMN. Sebab, biasanya sumber daya yang melimpah akan menurunkan entrepreneurial orientation.

“Entreprenuirial Orientation yang turun akan juga menurunkan financial performance,” ucapnya.

Mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta ini juga menyebutkan bahwa faktor regulasi melalui kebijakan pemerintah dengan peraturan kementerian dan peraturan perundang-undangan harus memberikan fasilitiasi dan insentif agar para CEO dan jajarannya inovatif, pro aktif, dan lebih berani mengambil resiko.

“Regulasi ini dirasakan penting terutama berkaitan dengan memberi insentif kepada universitas dan lembaga research and development agar menghasilkan penemuan-penemuan baru yang inovatif dan bisa bermanfaat bagi masyarakat luas, membuka lapangan kerja seluas- luasnya,” katanya.

Sandi yang merupakan pengusaha nasional menyebutkan peran BUMN sangat strategis dan inti dalam pembangunan Indonesia sangat sangat bergantung terhadap kebijakan dan juga regulasi yang merupakan produk sistem demokrasi kita.

“Oleh karena itu bahwa dalam konteks Indonesia intervesi pemerintah tentunya dengan bentuk keijakan dan regulasi sangat berpengaruh terhadap itention to collaborate (ITC) dan Itention to sustainable development,” pungkasnya.

Ikuti kami di
Editor: Malvyandie Haryadi
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas