Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun Bisnis
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Merger Bank Syariah

Pengusaha Tanggapi Positif Inisiatif Merger Bank BUMN Syariah

Merger beberapa bank BUMN syariah bisa meningkatkan dan memperkuat pengembangan serta posisi ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia.

Pengusaha Tanggapi Positif Inisiatif Merger Bank BUMN Syariah
WARTAKOTA/Henry Lopulalan
Pegawai Mandiri Syariah tengah melayani nasabah pada hari pelanggan di Digital Branch Thamrin, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Jakarta Pusat, Kamis( 3/9/2020). (Warta Kota/Henry Lopulalan) 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Reynas Abdila

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Wakil Sekretaris Jendral BPP Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Arief Rosyid menyampaikan pihaknya menyambut positif penggabungan tiga bank umum syariah pelat merah oleh Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Menurut Arief, merger bank-bank umum syariah anggota Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) merupakan kebijakan yang tepat.

Merger beberapa bank BUMN syariah bisa meningkatkan dan memperkuat pengembangan serta posisi ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia.

"Menurut saya, langkah yang diambil Erick Thohir selaku Menteri BUMN tepat dan membawa angin segar untuk kemajuan ekonomi dan keuangan syariah, mengingat sekitar 70 persen kegiatan ekonomi dan keuangan syariah saat ini masih berpusat di perbankan syariah," kata Arief kepada wartawan, Rabu (14/10/2020).

Baca juga: Bank-bank BUMN Syariah Dimerger, Aset Terkonsolidasi Tembus Rp 214,78 Triliun

Arief memandang merger bank umum syariah milik negara dapat mendorong kemajuan ekonomi syariah di Indonesia.

Kebijakan ini dianggapnya tepat dilakukan ketika pandemi Covid-19 masih belum mereda.

Baca juga: Bank-bank Syariah Disarankan Merger untuk Perkuat Daya Saing

“Bank umum syariah milik Himbara selama pandemi tercatat memiliki kinerja baik dan di atas rata-rata industri perbankan nasional,” imbuhnya.

Pernyataan senada juga datang dari Ketua Tanfidziyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Robikin Emhas.

Robikin menganggap merger bank-bank umum syariah milik negara memang harus segera diwujudkan.

Alasannya, kebijakan ini dipercaya bisa memperkuat gairah pertumbuhan ekonomi syariah di Indonesia.

“Bank syariah yang kuat sangat dibutuhkan di tengah makin bergairahnya pertumbuhan ekonomi syariah di berbagai negara, termasuk di Indonesia. Untuk itu, saya kira bagus apabila bank syariah BUMN merger,” kata Robikin.

Langkah awal konsolidasi tiga bank umum syariah milik BUMN untuk menjadi satu bank syariah nasional terbesar di Tanah Air ditandai dengan telah ditandatanganinya Conditional Merger Agreement (CMA) Integrasi dan Peningkatan Nilai Bank Syariah BUMN pada Senin (12/10/2020) malam.

CMA merger ditandatangani perwakilan tiga bank Himpunan Bank Negara (Himbara) yakni PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk; serta tiga bank syariah BUMN yakni PT Bank BRIsyariah Tbk, PT Bank Syariah Mandiri, dan PT Bank BNI Syariah.

Penulis: Reynas Abdila
Editor: Choirul Arifin
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas