Tribun Bisnis
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Publik AS Enggan Trump Terpilih Lagi, Ekonom: Kebijakannya Picu Kegaduhan Perdagangan Internasional

Ekonom INDEF Bhima Yudhistira mengatakan publik Amerika Serikat (AS) tidak terlalu berharap Donald Trump terpilih kembali sebagai Presiden AS.

Publik AS Enggan Trump Terpilih Lagi, Ekonom: Kebijakannya Picu Kegaduhan Perdagangan Internasional
MANDEL NGAN / AFP
Presiden AS Donald Trump menyapa para pendukung setelah berbicara tentang hukum dan ketertiban dari South Portico Gedung Putih di Washington, DC, pada 10 Oktober 2020. 

Laporan Wartawan Tribunnews, Fitri Wulandari

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ekonom INDEF Bhima Yudhistira mengatakan publik Amerika Serikat (AS) tidak terlalu berharap Donald Trump terpilih kembali sebagai Presiden AS.

Hal itu karena selama ini ia dinilai lebih banyak menimbulkan kegaduhan melalui kebijakan-kebijakannya yang berkaitan dengan ekonomi dan kerja sama perdagangan dengan negara lain.

"Publik AS sebenarnya tidak berharap dia terpilih kembali, karena selama Donald Trump menjabat itu periode pertama banyak sekali kegaduhan yang terjadi ya, khususnya di perdagangan internasional," ujar Bhima, saat dihubungi Tribunnews, Senin (19/10/2020).

Kegaduhan yang dimunculkan Trump ini berdampak pada memanasnya hubungan dengan negara lain yang menjadi mitra dagang AS.

Baca juga: Donald Trump: Amerika Serikat Akan Depresi Besar jika Saya Mendengarkan Ilmuwan

"Karena ada perang dagang Amerika dengan China, juga Amerika dengan negara-negara mitra dagang lainnya," jelas Bhima.

Perang dagang antara kedua ekonomi terbesar di dunia itu, kata Bhima, tentunya juga berpengaruh terhadap kegiatan ekspor Indonesia yang mengalami tekanan.

Baca juga: Pasar akan Lebih Bergejolak Jika Trump Kembali Pimpin AS

"Nah ini kan sudah terbukti berpengaruh terhadap perekonomian Indonesia karena ekspor kita pun tertekan ketika terjadi perang dagang," kata Bhima.

Dikutip dari laman Sputnik News, Senin (19/10/2020), menurut jajak pendapat Hill-Harvard yang dilakukan oleh HarrisX pada pekan lalu, kandidat presiden dari Partai Demokrat Joe Biden unggul 9 poin dari Trump di negara bagian penting Michigan.

Halaman
12
Ikuti kami di
Penulis: Fitri Wulandari
Editor: Choirul Arifin
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas