Tribun Bisnis
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Virus Corona

Pemerintah Optimistis Pertumbuhan Ekonomi Kuartal Empat Mulai Positif ke 0,6 Persen

Pemerintah optimistis bisa mengejar target pertumbuhan ekonomi kuartal IV 2020 positif 0,6 persen.

Pemerintah Optimistis Pertumbuhan Ekonomi Kuartal Empat Mulai Positif ke 0,6 Persen
TRIBUNNEWS/HERUDIN
Suasana di restoran Fish & Co di Lotte Shopping Avenue Jakarta yang kembali melayani makan di tempat, Senin (12/10/2020). Restoran dan rumah makan diperbolehkan melayani makan di tempat setelah Pemprov DKI Jakarta kembali menerapkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) transisi. TRIBUNNEWS/HERUDIN 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Reynas Abdila

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan pemerintah optimistis bisa mengejar target pertumbuhan ekonomi kuartal IV 2020 positif 0,6 persen.

Menko Airlangga menilai sinyal positif itu karena kebijakan yang diambil Indonesia berbeda dengan negara lain yakni Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

"Desember kita berharap bisa masuk ke minus 1,7 persen sampai positif 0,6 persen. Sehingga bottomnya itu di kuartal II minus 5,32 persen. Realisasi pertumbuhan kalau kita lihat datanya di sini India terendah minus 23,90 persen karena mereka melakukan lockdown," ucapnya dalam webinar Kompas Talks, Sabtu (24/10/2020).

Menurutnya selain kebijakan juga tren penanaman modal Januari sampai September 2020 yakni tumbuh 1,7 persen year-on-year sebesar Rp611,6 Triliun.

Baca juga: Suramnya Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi RI Versi Lembaga Dunia, IMF hingga Bank Dunia

Capaian tersebut 74,8 persen dari target penanaman modal di tahun 2020 sebesar Rp817,1 Triliun.

"Ini suatu hal yang berbeda karena kebanyakan negara capaiannya negatif. Kita masih positif dalam investasi," urainya.

Baca juga: Kritik Kinerja Ekonomi, Legislator PKS : Pemerintah Harus Pikirkan Kebijakan Tambahan untuk UMKM

Sementara itu, Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) mencatat kontribusi lebih besar dibandingkan dengan Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar Rp309,9 triliun atau 50,7 persen sedangkan PMA sebesar Rp301,7 triliun atau 49,3 persen.

Secara kumulatif penyerapan tenaga kerja dari penanaman modal tersebut mencapai 861.581 tenaga kerja atau naik 22,50 persen dibanding tahun lalu.

Ikuti kami di
Penulis: Reynas Abdila
Editor: Choirul Arifin
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas