Tribun Bisnis
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Tiga Strategi Angkasa Pura II Maksimalkan Stimulus PJP2U dari Pemerintah

Direktur Utama PT Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin mengatakan, stimulus PSC yang diberikan pemerintah harus dimanfaatkan

Tiga Strategi Angkasa Pura II Maksimalkan Stimulus PJP2U dari Pemerintah
Tribunnews/Fitri Wulandari
Presiden Direktur PT Angkasa Pura II (Persero) Muhammad Awaluddin saat ditemui Tribunnews di Gedung Dewi Sartika, Kompleks UNJ, Jakarta Timur, Sabtu (1/2/2020). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Hari Darmawan

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - PT Angkasa Pura II (Persero), menyiapkan tiga strategi khusus untuk memaksimalkan stimulus Pelayanan Jasa Penumpang Pesawat Udara (PJP2U). Stimulus PJP2U dari pemerintah melalui Kementerian Perhubungan ini, menghapuskan Passenger Service Charger (PSC) dalam setiap pembelian tiket pesawat pada periode 23 Oktober hingga 31 November 2020.

Direktur Utama PT Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin mengatakan, stimulus PSC yang diberikan pemerintah harus dimanfaatkan oleh sektor penerbangan nasional guna mendorong perekonomian.

"Kami menghadirkan tiga strategi untuk memaksimalkan stimulus PSC ini, untuk mendorong peningkatan pengguna pesawat udara," kata Awaluddin dalam keterangannya, Minggu (25/10/2020).

Baca juga: Konsep Biosecurity dan Biosafety Management PT Angkasa Pura Jamin Kesehatan Penumpang

Baca juga: Angkasa Pura I Mencatat Trafik Pesawat Mengalami Peningkatan Sebesar 2,4 Persen

Baca juga: Angkasa Pura I Turunkan Biaya Layanan Rapid Test di 8 Bandara Menjadi Rp 85 Ribu

Berikut tiga strategi dari angkasa pura untuk memaksimalkan stimulus PSC di lima bandar yang dikelolanya:

1. Memastikan ketersediaan slot penerbangan di bandara.

Lima bandara yang termasuk di dalam skema stimulus PSC, yaitu Bandara Soekarno-Hatta, Kualanamu, Halim Perdanakusuma, Silangit dan Banyuwangi akan memastikan ketersediaan slot penerbangan yang dibutuhkan maskapai.

"Kami tentunya aktif berkoordinasi dengan maskapai mengenai apa yang dibutuhkan terkait apa yang dibutuhkan untuk slot penerbangan," ujar Awaluddin.

Lanjut Awaluddin, pihaknya akan tetap membuka bandara jika ada penerbangan malam hari yang landing di luar waktu operasional yang diumumkan. Hal ini untuk memastikan tersedianya slot bagi maskapai.

2. Berkoordinasi dengan maskapai untuk meningkatkan rute dan destinasi.

Halaman
12
Ikuti kami di
Penulis: Hari Darmawan
Editor: Hendra Gunawan
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas