Tribun Bisnis
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Penggunaan Bahan Bakar RON Rendah Bebani Kesehatan dan Lingkungan

Jalan terbaik adalah dengan membangun komitmen bersama antara Pemerintah dan masyarakat untuk beralih kepada BBM RON tinggi yang ramah lingkungan.

Penggunaan Bahan Bakar RON Rendah Bebani Kesehatan dan Lingkungan
TRIBUN/henry lopulalan
Ilustrasi. 

Laporan Wartawan Tribunnews, Malvyandie Haryadi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Penggunaan bahan bakar minyak (BBM) RON rendah ternyata berdampak kurang baik, tak hanya kepada masyarakat tetapi juga ke lingkungan, kesehatan, dan ekonomi.

Jalan terbaik adalah dengan membangun komitmen bersama antara Pemerintah dan masyarakat untuk beralih kepada BBM RON tinggi yang lebih ramah lingkungan. Demikian disampaikan Direktur Keadilan Perkotaan, Institut Hijau Indonesia, Selamet Daroyni.

“Ini ketidakadilan sosiologis. Masyarakat yang menerima beban dan dampak penggunaan BBM RON rendah,” kata Selamet di Jakarta hari ini (26/10/2020).

Selamet menjelaskan, ketidakadilan sosiologis baru dirasakan jangka panjang. Dan yang sangat terdampak memang masyarakat sendiri.

“Jika mengabaikan lingkungan, yang antara lain tetap memakai BBM RON rendah, sama saja dengan bencana. Masyarakat yang menerima beban,” kata aktivis lingkungan ini. 

Baca juga: Daftar Motor Honda yang Cocok Isi BBM Premium, Pertalite, Pertamax, atau Pertamax Turbo

BBM RON rendah, lanjut Selamet, memang memiliki dampak sangat negatif. Paling dirasakan adalah buruknya kualitas udara, yang berdampak pula terhadap kesehatan masyarakat.

Baca juga: Daerah dengan Polusi Tinggi Akibat BBM Ron Rendah Bahayakan Pasien Covid-19

“Dan jika berlanjut, ke depan, dampak buruk tersebut akan terakumulasi. Di Jakarta misalnya, 5-10 tahun ke depan sangat mengkhawatirkan. Apalagi dengan jumlah kendaraan bermotor yang hampir sama dengan jumlah penduduknya,” urainya.

Lebih lanjut, imbuh Selamet, BBM RON rendah juga berkontribusi terhadap emisi Gas Rumah Kaca (GRK). Meski kontribusi energi tersebut masih di bawah sektor kehutanan, namun tetap harus menjadi perhatian.

Secara global, dampak perubahan iklim sudah sangat kelihatan. Mulai naiknya permukaan air laut, perubahan musim yang tidak bisa diprediksi, banjir, longsor, dan sebagainya.

Halaman
12
Ikuti kami di
Penulis: Malvyandie Haryadi
Editor: Choirul Arifin
  Loading comments...

Produk Populer

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas