Tribun Bisnis
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Kominfo Bantu Pengembangan UMKM di 10 Destinasi Wisata Unggulan Indonesia

Destry mengatakan peningkatan kapasitas, perluasan pasar UMKM terus dilakukan oleh Kemenkop dan UKM.

Kominfo Bantu Pengembangan UMKM di 10 Destinasi Wisata Unggulan Indonesia
Unilever.co.id
Pelaku UMKM. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Reynas Abdila

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) telah melakukan pendampingan terhadap UMKM di rumah kreatif BUMN, serta bekerja sama dengan Bank Indonesia (BI) untuk penggunaan kartu pembayaran secara elektronik.

Koordinator Pengembangan Ekonomi Digital, Pariwisata, Transportasi dan Perdagangan Kominfo Sumarno menjelaskan, upaya-upaya pembinaan tersebut diprioritaskan pada UMKM yang terdapat di 10 destinasi wisata unggulan Indonesia.

Baca juga: Cara Daftar dan Cek Penerima BPUM UMKM Secara Online di eform.bri.co.id/bpum, Cukup Siapkan KTP

Baca juga: Graduation BRIncubator Go Global Lahirkan UMKM Siap Bersaing di Pasar Internasional

Sepuluh destinasi wisata tersebut di antaranya Danau Toba, Tanjung Kelayang, Tanjung Lesung, Kepulauan Seribu, Borobudur, Bromo Tengger Semeru, Mandalika, Labuan Bajo. Wakatobi dan Morotai.

“Apabila UMKM dapat bangkit berkembang, maka perekonomian Indonesia akan membaik,” ujar Koordinator Pengembangan Ekonomi Digital, Pariwisata, Transportasi dan Perdagangan Kominfo Sumarno di Jakarta, Rabu (28/10/2020).

Sejauh ini sebaran UMKM di Indonesia masih mendominasi dibandingkan usaha-usaha level lain.

Asisten Deputi Pemasaran Kemenkop dan UKM Destry Anna Sari mengungkapkan profil skala usaha di Indonesia yakni level besar sebanyak 5.550, level menengah 66.702, level kecil 763.132, dan level mikro sebanyak 63.350.222.

Destry mengatakan peningkatan kapasitas, perluasan pasar UMKM terus dilakukan oleh Kemenkop dan UKM.

"Produksi UMKM Indonesia terutama di tengah pandemi Covid-19 masih sangat tergantung dari kekuatan jaringan telekomunikasi. Para pelaku UMKM berharap agar pemerintah segera mempercepat pemerataan jaringan agar usaha-usaha kecil dapat tersalurkan di pasar digital," terang dia.

Di sisi lain, dalam hak digitalisasi pasar, Indonesia masih tergolong negara yang rendah dalam penggunaan digital payment atau pembayaran digital.

Kepala Divisi Riset dan Kajian UKM Centre FEB UI Permata Wulandari menjelaskan tingkat digital payment di Indonesia hanya berada di angka 34,6 persen, kalah jauh dibandingkan Singapura yang 70 persen penduduknya menggunakan digital payment.

Kendati begitu, geliat pasar digital di Indonesia terus berkembang.

Ikuti kami di
Penulis: Reynas Abdila
Editor: Sanusi
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas