Tribun Bisnis

Kurangi Dampak Pemanasan Global, Grab Luncurkan Inisiatif Carbon Offsetting

President of Grab Indonesia Ridzki Kramadibrata mengatakan, pihaknya bekerjasama dengan benihbaik.com dan WRI Indonesia untuk mengkampanyekan langkah

Penulis: Hari Darmawan
Editor: Johnson Simanjuntak
Kurangi Dampak Pemanasan Global, Grab Luncurkan Inisiatif Carbon Offsetting
Grab
President of Grab Indonesia, Ridzki Kramadibrata saat memberikan kata sambutan pada acara peluncuran Grab Defence, Jakarta, Rabu, (13/3). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Perusahaan layanan jasa transportasi online, Grab meluncurkan inisiatif Carbon Offsetting untuk mengurangi dampak negatif dari pemanasan global.

President of Grab Indonesia Ridzki Kramadibrata mengatakan, pihaknya bekerjasama dengan benihbaik.com dan WRI Indonesia untuk mengkampanyekan langkah hijau untuk lingkungan yang lebih baik.

"Inisiatif Carbon Offsetting tentunya untuk menjaga kelestarian lingkungan, dan mengajak masyarakat untuk mengurangi jejak karbon mereka," ucap Ridzki dalam konferensi pers virtual, Sabtu (28/11/2020).

Menurutnya, Grab mengajak masyarakat memahami jejak karbon yang dihasilkan melalui widget donasi di media sosial.

"Dengan bekerjasama dengan benihbaik.com dan WRI Indonesia, widget donasi ini akan dikonversi menjadi benih pohon yang akan ditanah oleh mitra penanam pohon," kata Ridzki.

Baca juga: Grab Tunjukkan Komitmen Memperkuat Ekosistem Kendaraan Listrik Nasional

Masyarakat dapat ikut berdonasi di media sosial, lanjut Ridzki. Selain itu ia juga mengungkapkan, cara berdonasi tersebut dengan melakukan posting tentang jejak karbon di media sosial dan menggunakan hastag #LangkahHijau.

"Setiap postingan yang dilakukan masyarakat, akan dikonversi menjadi seribu rupiah oleh Grab yang akan didonasikan untuk penanaman pohon," ucap Ridzki.

Ia juga menjelaskan, menurut data WRI Indonesia pada Juli 2020 yang memaparkan bahwa 97 persen ahli iklim sepakat bahwa polusi buatan manusia memberi dampak terhadap lingkungan terutama suhu.

"Kemudian 24 persen polusi yang dihasilkan secara global berasal dari emisi gas buang transportasi, dan 72 persennya adalah kendaraan transportasi darat," kata Ridzki.

Ridzki juga menyebutkan, hal tersebut menjadi tantangan besar untuk memperlambat pemanasan global akibat polusi yang dihasilkan manusia.

Ikuti kami di
© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas