Tribun Bisnis

Pelabuhan Patimban Infrastruktur Strategis untuk Fasilitasi Perdagangan Internasional

Pelabuhan Patimban dinilai sebagai infrastruktur strategis yang memfasilitasi perdagangan internasional dan nasional.

Penulis: Hari Darmawan
Editor: Choirul Arifin
Pelabuhan Patimban Infrastruktur Strategis untuk Fasilitasi Perdagangan Internasional
IST
Uji coba bongkar muat kendaraan di Pelabuhan Patimban, Subang, Jawa Barat, Kamis (3/12/2020). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Hari Darmawan

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi menyebutkan, Pelabuhan Patimban merupakan infrastruktur strategis yang memfasilitasi perdagangan internasional dan nasional.

Ia juga menyebutkan, pembangunan Pelabuhan Patimban juga sebagai strategi pemerintah dalam mewujudkan program Indonesia Emas pada 2045 mendatang.

"Pelabuhan Patimban, memiliki potensi yang luar biasa dalam mendukung ekspor impor perdagangan Indonesia," ujar Budi Karya Sumadi dalam konferensi pers virtual, Kamis (7/1/2021).

"Saya yakin, berbagai fasilitas yang dihadirkan Pelabuhan Patimban mulai dari modernisasi serta otomatisasi alat maka bukan tidak mungkin dapat menyamai pelabuhan yang ada di Shanghai dan Singapura," lanjutnya.

Baca juga: Kemenhub Umumkan Pemenang Proyek KPBU Pelabuhan Patimban, Butuh Modal Rp 18,9 Triliun

Budi Karya juga mengungkapkan, Pelabuhan Patimban juga nantinya akan memiliki fasilitas peti kemas dengan kapasitas 7,5 juta TEUs.

"Selain itu nantinya akan dibangun fasilitas kontainer yang saat ini sedang berlangsung, untuk mendukung proses pengiriman baik domestik maupun internasional," kata Budi Karya.

Baca juga: 3 Kapal Patroli KPLP Kawal Kapal MV. Suzuka Express dari Pelabuhan Patimban

Pelabuhan Patimban ini, lanjut Budi Karya, mendukung rantai pasokan, memberikan akses ke pasar dan juga menghubungkan pedagang kepada konsumen. Hal ini karena pelabuhan ini berdekatan dengan wilayah industri.

"Kemudian Pelabuhan Patimban juga, nantinya memperkuat keberadaan Pelabuhan Tanjung Priok yang saat ini sangat ramai dan membuat kemacetan di wilayah Bekasi dan Jakarta," ucap Budi.

Lebih lanjut Budi Karya menjelaskan, saat ini Pelabuhan Patimban telah memiliki fasilitas car terminal yang mampu mendukung pengiriman produk otomotif sebanyak 600 CBU per tahun.

Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas