Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Bisnis
LIVE ●

Jokowi Tagih Hasil dari Subsidi Pupuk Bertahun-tahun

Di depan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL),  Jokowi menagih hasil dari uang yang digelontorkan negara untuk subsidi pupuk.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Taufik Ismail
Editor: Choirul Arifin
zoom-in Jokowi Tagih Hasil dari Subsidi Pupuk Bertahun-tahun
ist
Ilustrasi 

Laporan Wartawan Tribunnews Taufik Ismail 

TRIBUNNEWS. COM, JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyoroti subsidi pupuk dari negara selama bertahun-tahun untuk pembangunan pertanian.

Di depan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL),  Jokowi menagih hasil dari uang yang digelontorkan negara untuk subsidi pupuk tersebut. 

"Saya jadi inget pupuk. Berapa puluh tahun kita subsidi pupuk. Setahun berapa subsidi pupuk? 30 an triliun.  Berapa Bu Menteri Keuangan?  33 seinget saya 33 triliun. setiap tahun, returnnya apa? kita beri pupuk itu kembaliannya kekitanya apa?" kata Presiden dalam pembukaan Rakernas Pembangunan Pertanian di Istana Negara, Senin, (11/1/2021).

Menurut Presiden, ada yang salah dari subsidi pupuk tersebut, apabila subsidi yang dilakukan tidak menimbulkan efek atau dampak yang besar dalam peningkatan produksi pertanian.

Baca juga: Jaga Ketahanan Pangan, LaNyalla Minta Pemerintah Jamin Ketersediaan Pupuk Subsidi

'Kalau tiap tahun kita mengeluarkan subsidi pupuk sebesar itu, kemudian tidak ada lompatan disisi produksinya, ada yang salah. Ada yang gak bener disitu," katanya.

Presiden meminta subsidi pupuk tersebut dievaluasi. Karena tidak ada lompatan dalam produksi pangan terutama pangan-pangan yang selama ini mengandalkan impor.

Baca juga: Konsolidasi Anggota DPD Barat II, Kelangkaan Pupuk Dominasi Aspirasi

Rekomendasi Untuk Anda

"Artinya ini tolong dievaluasi, ini ada yang salah. Sudah berkali-kali meminta ini, itulah cara-cara pembangunan pertanian kita yang harus kita tuju."

"Skala luas, economic skill, teknologi dipakai betul, teknologi pertanian, sehingga harga pokok produksinya nanti  bisa bersaing dengan harga komoditas yang sama dengan negara negara lain. Ini yang baru namanya bener," kata Presiden.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

BizzInsight

Berita Populer
Atas