Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun Bisnis
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

DPR Tegur Menteri Pertanian, Jangan Urusi Remeh-Temeh, Kembangkan Saja Kedelai dan Produksi Sapi

Ketua Komisi IV DPR Sudin meminta Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo fokus mengatasi persoalan kelangkaan kedelai dan mahalnya harga daging sapi

DPR Tegur Menteri Pertanian, Jangan Urusi Remeh-Temeh, Kembangkan Saja Kedelai dan Produksi Sapi
Tribunnews.com/ Bambang Ismoyo
Pedagang daging sapi di Pasar Ciputat, Tangerang Selatan, Selasa (19/1/2021). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Seno Tri Sulistiyono

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua Komisi IV DPR Sudin meminta Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo fokus mengatasi persoalan kelangkaan kedelai dan mahalnya harga daging sapi di pasar. 

"Beberapa minggu ini terdapat dua komoditas yang menimbulkan polemik, kedelai dan daging sapi. Kalau kedelai, secara apapun Kementan tidak pernah dilibatkan dalam regulasi, tapi tugas Kementan adalah memproduksi kedelai, apabila dananya cukup," kata Sudin saat rapat kerja Komisi IV DPR dengan Mentan di Komplek Parlemen, Jakarta, Senin (25/1/2021).

"Kedua, permasalahan daging sapi. Kita lihat anggaran Ditjen Kesehatan Hewan selama tiga tahun berturut-turut jumlahnya cukup besar," sambung politikus PDIP itu. 

Baca juga: Politikus PKS Desak KPPU Selidiki Dugaan Praktik Penimbunan Kedelai

Melihat tugas dan anggaran yang besar, kata Sudin, Kementan seharusnya tidak hanya mengurus benih cabai dan benih-benih lainnya dengan nilai anggaran Rp 1 miliar atau Rp 3 miliar. 

"Pikirkan bagaimana bisa dapet mengembangkan kedelai, meningkatkan produksi sapi. Penggemukannya bagaimana, jenisnya apa, kalau perlu impor bibitnya yang bagus," tutur Sudin. 

Baca juga: Omzet Penjual Daging Sapi di Pasar Ciputat Tangsel Menurun

Sudin mengancam tidak akan merestui program-program Kementan ke depan yang tidak memperhatikan persoalan masyarakat. 

"Kalau ada yang remeh temeh, saya tidak akan menyetujui. Karena fokus presiden adalah kedelai, daging sapi, dan gula, itu tugas anda," ujar Sudin. 

Diketahui, selama beberapa hari terakhir harga daging sapi murni mencapai Rp 120 ribu per kg, padahal biasanya berkisar pada Rp 110 ribu hingga Rp 114 ribu per kg.

Sementara harga daging sapi bagian paha belakang mencapai Rp 126 ribu per kg selama beberapa hari terakhir, padahal harga biasanya mencapai lebih dari Rp 100 ribu per kg.

Untuk harga kedelai, biasanya per kilogram berada di level Rp 7 ribu, tetapi arga kini mencapai Rp 9.100 - Rp 9.300 per kg.

Ikuti kami di
Penulis: Seno Tri Sulistiyono
Editor: Choirul Arifin
  Loading comments...

Produk Populer

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas