Tribun Bisnis

Investor Ritel Terjun di Pasar Modal Jangan Cuma Sekadar Ikut-ikutan

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di awal Januari 2021 sempat menyentuh level 6.435. 

Penulis: Yanuar R Yovanda
Editor: Choirul Arifin
Investor Ritel Terjun di Pasar Modal Jangan Cuma Sekadar Ikut-ikutan
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (30/12/2020). TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Yanuar Riezqi Yovanda 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyatakan, pertumbuhan pesat investor ritel di pasar saham sejalan dengan program pendalaman pasar yang dilakukan OJK selama ini. 

"Pendalaman ini dengan dukungan seluruh pihak terkait," ujar Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso di konferensi pers Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) secara virtual, Senin (1/2/2021).

Wimboh menjelaskan, perkembangan investor ritel tersebut agar diimbangi dengan meningkatnya pemahaman yang memadai mengenai investasi. 

"Tidak sekadar mengikuti tren dan sumber dana bukan berasal dari pinjaman," katanya.

Untuk mengantisipasi perkembangan tersebut, OJK bersama self regulatory organizations (SROs) dan pelaku pasar modal terus melakukan sosialisasi dan edukasi.

Baca juga: IHSG Minus 7,05 Persen Sepekan, tapi Asing Masih Beli Bersih Rp 10,9 Triliun 

"Sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat agar lebih rasional dalam menentukan pilihan investasi," ujarnya.

Indeks Anjlok

Wimboh menjelaskan, pasar saham di Indonesia sudah berbalik arah menguat atau rebound di akhir 2020. 

Dia mengatakan, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di awal Januari 2021 sempat menyentuh 6.435.

Baca juga: Bank Syariah Indonesia Bawa Sentimen Positif untuk Pelaku Usaha dan Investor di Pasar Saham

"Namun, akhir bulan Januari 2021 ditutup melemah di level 5.862,35 atau turun 1,95 persen ytd (year to date) akibat rilis data ekonomi global," ujarnya.

Jumlah total investor di pasar modal mencapai 3,88 juta investor, naik 56 persen secara tahunan (year on year/yoy) dan naik menjadi 4 juta investor hingga 15 Januari 2021 dengan frekuensi transaksi yang mengalami tren kenaikan. 

Wimboh menambahkan, antusiasme korporasi untuk terus menggalang dana melalui penawaran umum di pasar saham masih terjaga. 

"Penawaran umum di masa pandemi dengan 53 emiten baru di 2020 yang merupakan angka tertinggi di ASEAN," kata dia.

Ikuti kami di
Klub
D
M
S
K
GM
GK
-/+
P
© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas