Tribun Bisnis

Masih Banyak Hambatan Ekspor, Produk RI Akan Digeser ke Bahan Baku Hingga Barang Jadi

“Kita harus upgrade ke ekspor bahan baku, bahan penolong maupun barang jadi,” kata Wamendag Jerry pasca diskusi BRI Group Economic Outlook

Penulis: Reynas Abdila
Editor: Choirul Arifin
Masih Banyak Hambatan Ekspor, Produk RI Akan Digeser ke Bahan Baku Hingga Barang Jadi
IST
Aktivitas bongkar muat peti kemas di terminal peti kemas Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Reynas Abdila

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Wakil Menteri Perdagangan Jerry Sambuaga menegaskan pemerintah bertekad agar Indonesia tidak terus mengekspor barang mentah sejalan dengan pengembangan ekspor produk bernilai tambah tinggi seperti produk berbasis teknologi atau produk yang telah jadi. 

“Kita harus upgrade ke ekspor bahan baku, bahan penolong maupun barang jadi,” kata Wamendag Jerry pasca diskusi BRI Group Economic Outlook, Selasa (2/2/2021).

Jerry menilai ada dua jenis hambatan dalam upaya ini yaitu hambatan langsung terhadap produk ekspor bahan jadi Indonesia dan kedua hambatan dalam penentuan kebijakan ekspor raw material yang sifatnya tidak terbarukan. 

Pada jenis yang pertama Jerry mencontohkan bagaimana kebijakan ekspor produk turunan ekspor kelapa sawit Indonesia dihambat. Begitu juga dengan safeguard yang diterapkan Pemerintah Filipina atas produk otomotif Indonesia.

Baca juga: Tersangka Kasus Suap Ekspor Benur Edhy Prabowo Mengaku Gemar Minum Wine

Sedangkan contoh yang kedua adalah bagaimana Indonesia ditentang dalam membatasi ekspor raw material yang jumlahnya sangat terbatas seperti Nickel. 

“Padahal pembatasan ekspor ini punya dua alasan yaitu pertama untuk mengatur agar nickel yang jumlahnya terbatas dan tidak bisa diperbaharui itu bisa optimal pemanfaatannya,” ujarnya.

Baca juga: Ekspor Truk dan Bus Lewat Terminal IPCC Melonjak Tajam, Isuzu Meroket Kalahkan Hino

Produk seperti nickel tidak bisa diberlakukan sebagaimana produk yang terbaharui seperti hasil pertanian. 

Nickel jelas tidak terbaharui dan oleh karenanya Indonesia berhak untuk mengatur karena ini menyangkut eksploitasi alam Indonesia. 

“Ada alasan-alasan yang dibenarkan menurut aturan WTO yaitu alasan lingkungan dan alasan strategis kepentingan nasional. Kita tidak ingin eksploitasi nickel yang terlalu bebas sehingga justru merugikan lingkungan dan kepentingan nasional di masa depan,” sebutnya.

Masih dalam upaya meningkatkan ekspor bernilai tambah, Kemendag juga melihat potensi pengembangan teknologi yang dilakukan oleh banyak start up yang digerakkan oleh anak muda. 

Saat ini misalnya sedang diupayakan untuk memasarkan game online asal Indonesia. Ada juga produk lain seperti simulator mesin pertukangan, medis dan militer. 

Potensi lain yang digarap adalah ekspor sarang burung wallet yang nilainya sangat menggiurkan.

“Pak Mendag dan saya akan memastikan bahwa langkah ini terus berjalan dan terus dikawal baik dari dalam negeri maupun di luar negeri,” kata dia.

Ikuti kami di
© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas