Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun Bisnis
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Pengamat Hukum Pasar Modal : Kalau Negara Tak Mau Rugi, Jangan Investasi di Saham

Indra Safitri menyebut berinvestasi di saham tidak dapat dipastikan bisa mendapatkan keuntungan terus-menerus,

Pengamat Hukum Pasar Modal : Kalau Negara Tak Mau Rugi, Jangan Investasi di Saham
TRIBUNNEWS/Seno
Pengamat pasar modal Indra Safitri 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Seno Tri Sulistiyono

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pengamat hukum pasar modal Indra Safitri menyebut berinvestasi di saham tidak dapat dipastikan bisa mendapatkan keuntungan terus-menerus, karena kadang juga mengalami penurunan atau rugi.

Hal tersebut disampaikan Indra saat acara acara Infobanktalknews bertema Pengelolaan Investasi dan Potensi Unrealized Loss pada Lembaga Milik Negara, Apakah Pasti Menjadi Kerugian Negara?, secara virtual, Selasa (23/2/2021). 

"Siapa saja yang masuk ke pasar modal, namanya investor. Kalau negara rugi di pasar modal, tentu itu kerugian investasi," kata Indra. 

Menurutnya, BPJS Ketenagakerjaan yang merupakan lembaga negara dan berinvestasi saham di pasar modal, tentu pernah mengalami keuntungan dari investasi saham tersebut dan tidak melulu rugi. 

Baca juga: Roy Sembel Keberatan Kasus BPJS Ketenagakerjaan Disamakan dengan Korupsi di Jiwasraya

"Ada periodenya kapan dia untung, kapan dia rugi. Kalau negara tidak ingin rugi, negara mestinya tidak usah investasi di pasar modal, investasi di produk yang tidak ada risiko," paparnya. 

Baca juga: Komisi IX DPR Penasaran, Apa yang Luput dari Pengawasannya di Dugaan Korupsi BPJS Ketenagakerjaan

Oleh sebab itu, Indra menyebut kerugian investasi adalah salah satu risiko pasar yang akan dihadapi oleh investor. 

Namun, jika berbicara unrealized loss di BPJS Ketenagakerjaan, Indra menyebut hal itu adalah kerugian secara buku, bukan faktual atau kerugian yang belum terjadi dalam kenyataan.

Ikuti kami di
Penulis: Seno Tri Sulistiyono
Editor: Choirul Arifin
  Loading comments...

Produk Populer

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas