Tribun Bisnis
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Fintech Ilegal Makin Ugal-ugalan Berbisnis di Indonesia, Satgas Temukan Lagi 51 Pinjol Gelap

Satuan Tugas Waspada Investasi (SWI) menemukan 51 kegiatan fintech peer to peer lending atau pinjaman online ilegal hingga per Februari 2021.

Fintech Ilegal Makin Ugal-ugalan Berbisnis di Indonesia, Satgas Temukan Lagi 51 Pinjol Gelap
IST
ILUSTRASI 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Fandi Permana

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Maraknya pebisnis fintech ilegal masih ditemukan dan sangat beredar luas di sejumlah media sosial.

Fintech ilegal ini kerap menyasar kepada pengguna platform media sosial dan merayu untuk mendapatkan pinjaman tunai dengan cara dan syarat sangat mudah.

Satuan Tugas Waspada Investasi (SWI) menemukan 51 kegiatan fintech peer to peer lending atau pinjaman online ilegal hingga per Februari 2021.

Tim yang bertugas memburu fintech ilegal itu mengungkap kemunculan praktek lembaga peminjaman dana itu berpotensi meresahkan masyarakat karena sering melakukan ancaman serta intimidasi jika menunggak pinjaman.

Ketua Satgas Waspada Investasi Tongam L Tobing mengatakan, pihaknya akan terus berupaya sekuat tenaga untuk memberantas praktik pinjaman online ilegal.

Baca juga: OJK Sudah Awasi Ratusan Fintech, Ingin Dorong Versi Syariah

Salah satu cara sering ditempuh adalah mengajukan pemblokiran website fintech ilegal ke Kementerian Komunikasi dan Informatika atau Kominfo.

Baca juga: Daftar 152 Aplikasi Pinjaman Online/Pinjol yang Legal dan Terdaftar di OJK

"Satgas Waspada Investasi terus berupaya memberantas kegiatan fintech peer to peer lending ilegal ini antara lain dengan cara mengajukan blokir website dan aplikasi secara rutin kepada Kementerian Komunikasi dan Informatika," ujar Tongam.

Baca juga: Daftar 50 Pinjol Ilegal Berkedok Koperasi Simpan Pinjam

SWI akan menyampaikan laporan informasi kepada Bareskrim Polri untuk proses penegakan hukum pada praktik ilegal itu," kata Tongam dalam keterangan tertulis, Selasa (2/3/2021).

Setidaknya SWI mencatat, sejak 2018 sampai dengan Februari 2021 ini, sekitar 3.107 fintech lending ilegal telah dicabut izinnya dan diblokir situsnya.

Halaman
12
Ikuti kami di
Editor: Choirul Arifin
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas