Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun Bisnis
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Panen Raya di Maros Sulsel, Bulog dan Kostraling Sinergi Serap Gabah

Mentan juga menyerahkan bantuan sarana dan prasarana produksi pertanian 2021 senilai kurang lebih Rp 2,4 miliar.

Panen Raya di Maros Sulsel, Bulog dan Kostraling Sinergi Serap Gabah
istimewa
Mentan Syahrul Yasin Limpo di tengah sawah 

TRIBUNNEWS.COM, MAROS - Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo menghadiri rangkaian panen raya padi periode Januari hingga Maret 2021 di Desa Janetaesa, Kecamatan Simbang, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan.

Di sana, mentan memantau jalannya panen raya dengan menggunakan mesin Combine Harvester, melihat proses penggilingan dan menyaksikan kerja sama penyerapan gabah yang dilakukan antara Bulog dan Komando Strategi Penggilingan (Kostraling).

Selain itu, Mentan juga menyerahkan bantuan sarana dan prasarana produksi pertanian 2021 senilai kurang lebih Rp 2,4 miliar.

"Sekarang kalau sudah panen, biasanya selalu ada persoalan di harga. Tapi Alhamdulillah di Maros tidak. Kenapa? karena Bulog-nya bergerak, petaninya bergerak dan yang lain juga bergerak, maka itu harganya bagus," ujar Syahrul, Sabtu (20/3/2021).

Syahrul berharap, Kabupaten Maros menjadi lokomotif produksi padi terbaik yang berasal dari Sulawesi Selatan.

Suasana aktivitas pekerja mengangkut beras di Pasar Induk Beras Cipinang, Jakarta Timur, Jumat (29/1/2021). Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo menyatakan, ketersediaan beras hingga pertengahan 2021 dalam posisi aman, yakni stok hingga akhir juni 2021 akan berada di level 9,50-10,50 juta ton dalam kondisi mewaspadai cuaca ekstrem yang terjadi akhir-akhir ini. Tribunnews/Herudin
Suasana aktivitas pekerja mengangkut beras di Pasar Induk Beras Cipinang, Jakarta Timur, Jumat (29/1/2021). Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo menyatakan, ketersediaan beras hingga pertengahan 2021 dalam posisi aman, yakni stok hingga akhir juni 2021 akan berada di level 9,50-10,50 juta ton dalam kondisi mewaspadai cuaca ekstrem yang terjadi akhir-akhir ini. Tribunnews/Herudin (Tribunnews/Herudin)

Maros diharapkan menjadi kabupaten yang berhasil mengenyangkan perut semua orang dengan produksi pangan yang melimpah.

"Kan sudah jelas bahwa perintah Tuhan saja mengatakan seorang pemimpin dititipkan agar tidak ada rakyatnya yang kelaparan. Karena itu pertanian menjadi solusi, sebab pertanian tidak mengenal virus dan krisis akibat pandemi Covid-19. Dan yang penting perut 270 juta jiwa terisi dengan baik," katanya.

Terkait hal ini, Bupati Maros, Chaidir Syam menyampaikan terimakasih atas dukungan dan bantuan jajaran Kementan Pertanian (Kementan) terhadap semua proses pembangunan pertanian yang sedang berlangsung. 

Dia berharap, upaya tersebut mampu mewujudkan harapan rakyat atas hadirnya kedaulatan pangan dari pintu gerbang Indonesia bagian Timur.

Baca juga: Aman Sampai Lebaran, Mentan Pastikan Beras Surplus 12 Juta Ton

Baca juga: Mentan SYL Bicara Hubungan Pangan dan Hukum di Dies Natalis FH Unhas

"Kami segenap rakyat Maros sangat bahagia dan bersyukur karena bapak Menteri mau meluangkan waktu berkunjung ke Maros. Sekali lagi atas nama pribadi dan Rakyat Maros saya mengucapkan terimakasih," katanya.

Menurut Chaidir, Maros selama ini merupakan penyangga utama bagi kebutuhan pangan di Kota Makassar. Memiliki 14 kecamatan dan puluhan Desa, wilayah ini sebagian besar dihuni oleh penduduk yang berprofesi petani.

"Semuanya kecamatan memiliki wilayah pertanian. Bahkan diyakini bisa 2 hingga 3 kali musim tanam setiap tahun. Artinya Maros adalah sentra produksi padi di Sulawesi Selatan. Kabupaten Maros memiliki surplus beras kurang lebih 113 ribu ton," katanya.

Di lokasi yang sama, Kepala Bulog Divre Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat (Sulselbar), Eko Pranoto mengaku siap untuk mewujudkan sinergitas Bulog dan Kostraling Kementan dalam melakukan penyerapan gabah panen sesuai target awal, yakni 303 ribu ton.

"Sejak tadi pagi kami bersama dengan mitra-mitra kami di berbagai daerah kabupaten Sulawesi Selatan terus bergerak melakukan penyerapan. Mudah-mudahan mencapai target 303 ribu ton. Sedangkan yang baru terserap hari ini baru 31 ribu ton," ujarnya.

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas