Tribun Bisnis
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Sri Mulyani Ingin Atasi Perubahan Iklim dengan Cara Ini

Sri Mulyani menjelaskan, ingin negara berperan mengatasi perubahan iklim dengan reformasi di sisi kebijakan fiskal yang telah dilakukan.

Sri Mulyani Ingin Atasi Perubahan Iklim dengan Cara Ini
Dokumen Biro KLI Kementerian Keuangan
Menteri Keuangan Sri Mulyani 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Yanuar Riezqi Yovanda

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani menjelaskan, ingin negara berperan mengatasi perubahan iklim dengan reformasi di sisi kebijakan fiskal yang telah dilakukan.

Misalnya, menghitung ulang anggaran dengan cara mengidentifikasi berapa banyak sumber daya yang dialokasikan terkait dengan agenda perubahan iklim.

Dengan itu akan membangun kredibilitas dan akuntabilitas, terutama ketika menjalankan komitmen perubahan iklim seperti Paris Agreement yang perlu dikembangkan.

Baca juga: Menkeu Sri Mulyani Tegas di Forum Dunia, Vaksin Harus Merata bagi Semua Negara

“Dari sisi fiskal kita juga dapat melakukan diversifikasi instrumen pembiayaan dengan menerbitkan green bond baik secara domestik maupun global. Indonesia termasuk salah satu negara berkembang yang menerbitkan green bond ini sejak 2018,” ujarnya secara daring sebagai pembicara pada webinar Toronto Centre Virtual Executive Panel Transitioning To A Green Economy : Financial Stability Implications, dikutip Kamis (8/4/2021).

Sri Mulyani menambahkan, ketika mengeluarkan instrumen keuangan seperti green bond ini, terutama di tingkat global, maka publik akan bertanya mengenai kredibilitas green bond dan kaitannya dengan program hijau.

Karenanya, selain menerbitkan green bond, pemerintah juga harus memiliki mekanisme pengaturan untuk melacak secara domestik yang menghubungkan instrumen ini ke proyek dan juga programnya agar mudah mengidentifikasi pengkategorian program hijau tersebut.

“Kami juga menggunakan instrumen misalnya, seperti fasilitas pajak, tax holiday, tax allowance akan menjadi sangat penting bagi kami untuk dapat merinci insentif untuk mengeksplorasi lebih banyak energi terbarukan,” kata Sri Mulyani.

Untuk Indonesia sebagai negara besar yang memiliki lebih dari 34 wilayah provinsi, pemerintah pusat juga memiliki instrumen transfer ke pemerintah daerah.

Tujuannya untuk pemberian insentif kepada pemerintah daerah karena kalau bicara perubahan iklim tidak bisa dilakukan oleh satu lembaga atau satu tingkat pemerintahan.

“Penanganan isu perubahan iklim ini harus dilakukan secara holistik oleh semua level pemerintahan atau bahkan dalam hal ini secara global, tapi di dalam negeri desain transfer fiskal ini sebagai insentif terutama kepada pemerintah daerah terkait dengan pengelolaan lingkungan dan juga hutan,” pungkasnya.

Ikuti kami di
Penulis: Yanuar Riezqi Yovanda
Editor: Sanusi
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas