Tribun Bisnis
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Karyawan Aset Paling Berharga, 27 Tahun Mengabdi Sutrimo Terharu Menerima Ini dari Tempat Kerjanya

Nojorono merupakan perusahaan rokok kretek yang berpusat di Kudus, Jawa Tengah, dan merupakan salah satu perusahaan rokok kretek tertua di Indonesia

Karyawan Aset Paling Berharga, 27 Tahun Mengabdi Sutrimo Terharu Menerima Ini dari Tempat Kerjanya
dok.
Sutrimo (kiri) ketika menerima piagam emas dari perusahaan. 

Sutrimo menyampaikan ini di acara eremoni penyerahan penghargaan yang dihadiri jajaran direksi dan karyawan yang digelar sederhana dalam acara seremonial tertutup di kantor pemasaran PT Nojorono Tobacco International di Kawasan Industri Pulo Gadung, Jakarta Timur.

Baca juga: DPR Minta Kemenaker Awasi Pembayaran THR Karyawan secara Aktif hingga Bentuk Call Center

HR Director PT Nojorono Tobacco International, FX. Sri Martono menyatakan, penghargaan yang diberikan kepada karyawan ini tidak hanya dinilai dari masa bakti karyawan, namun kualitas kontribusi karyawan selama berkarya yang menerapkan core values di perusahaan menjadi fokus penilaian.

Core values dimaksud adalah karyawan yang berkarakter F.A.I.T.H Fraternity, Accountability, Innovation, Trustworthy dan High Performance.

“Penghargaan diberikan kepada karyawan yang telah berkontribusi bagi kemajuan perusahaan hingga saat ini. Tentunya karyawan inilah yang dinilai menjadi teladan penerapan karakter F.A.I.T.H dalam bekerja bagi rekan kerjanya,” kata Sri Martono.

John D. Kusuma, Marketing Director PT Nojorono Tobacco International mengatakan, acara seremoni sederhana ini jadi momentum penting bagi karyawan yang memasuki masa purna bakti, untuk menyampaikan pesan, kesan dan harapan mereka terhadap perusahaan.

“Mendengar cerita mereka berkarya bersama Nojorono, menjadi semangat perusahaan untuk menjaga dan terus menjalankan warisan prinsip leluhur yang dibalut dalam visi misi perusahaan,” kata John.

Nojorono kini menduduki posisi kelima terbesar di  industri sigaret kretek di Indonesia. Produk SKT-nya seperti Minak Djinggo cukup dikenal di kalangan petani dan nelayan.

Tahun 2003 perusahaan ini merilis produk low tar low nicotine dan mendapat sambutan baik di pasar dan membawa perusahaan ini menduduki peringkat kedua penjualan terbaik kategori Sigaret Kretek Mesin Mild (SKMM) di pertengahan 2005.

Ikuti kami di
Penulis: Choirul Arifin
Editor: Eko Sutriyanto
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas