Tribun Bisnis
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Pengusaha Didorong Ajukan Pinjaman ke Perbankan untuk Modal Kerja

Bank Indonesia berharap korporasi melakukan pengajuan kredit ke perbankan untuk modal kerjanya

Pengusaha Didorong Ajukan Pinjaman ke Perbankan untuk Modal Kerja
Bank Indonesia 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Seno Tri Sulistiyono

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Bank Indonesia berharap korporasi melakukan pengajuan kredit ke perbankan untuk modal kerjanya, seiring mulai turunnya suku bunga dasar kredit perbankan.

Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Dody Budi Waluyo mengatakan, dunia sudah mulai kembali berproduksi lagi saat memasuki tahun ini, terutama yang memiliki pasar di luar negeri.

"Survei Bank Indonesia menunjukkan perbaikan di periode kuartal I dan kuartal II awal," kata Dody saat webinar Akurat bertema Menakar Efektivitas Stimulus Ekonomi dalam Mengungkit Perekonomian di Masa Pandemi, Selasa (4/4/2021).

Baca juga: 40 Nelayan di Jambi Terima Dana Pinjaman Modal Usaha Rp 2,8 Miliar

Dengan adanya geliat tersebut, Dody berharap perusahaan mulai mengajukan pembiayaan modal kerja ke perbankan, apalagi likuiditas perbankan sangat mencukupi untuk memberikan pembiayaan.

"Jadi artinya ini positif. Sehingga harusnya kalau dalam suku bunga dasar kredit yang turun ini tentunya akan memberikan insentif kepada borrowers terhadap pelaku maupun korporasi untuk memulai start berpikir untuk melakukan pinjaman pada perbankan,” paparnya.

Baca juga: Bank Hana Kucurkan Pinjaman 13 Juta Dolar AS ke Chandra Asri

Ia menjelaskan, antara suku bunga dasar kredit dengan kebijakan suku bunga acuan BI sudah turun kurang lebih ke kisaran 3,9 hingga 4 persen dari sebelumnya dikisaran 4,25 persen.

Artinya, kata Doddy, hanya dalam waktu dua bulan saja suku bunga dasar kredit perbankan juga sudah diturunkan.

Dengan penurunan suku bunga dasar kredit, maka memberikan selisih terhadap suku bunga deposito yang tadinya dikisaran 10 persen sekarang bertahap turun ke 9 persen.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Grup Kebijakan Sektor Jasa Keuangan Terintegrasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Enrico Hariantoro menyebut sudah ada tanda-tanda pemulihan ekonomi pada saat ini.

Hal ini terlihat dari tingkat restrukturisasi kredit secara year-on-year (yoy) dan month-to-month (mtm) semakin melandai. Hal tersebut menunjukkan sebagian dari debitur yang mendapatkan fasilitas tersebut, semakin membaik kondisinya.

“Kami tentunya tidak ingin restrukturisasi kredit berlangsung berkepanjangan, karena ini juga tidak sehat. Kita tahu ini adalah obat sementara, stimulus sementara, dan nanti pada saatnya kondisi sudah normal semua akan kembali dengan peraturan yang dikondisikan seperti normal,” ujarnya.

Ikuti kami di
Penulis: Seno Tri Sulistiyono
Editor: Sanusi
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas