Tribun Bisnis

Angka Pengangguran Akibat Pandemi Covid-19 Menurun Jadi 19,10 Juta Orang

Tingkat pengangguran terbuka (TPT) menurut jenis kelamin pada Februari 2021 didominasi kaum laki-laki sebesar 6,81 persen

Penulis: Reynas Abdila
Editor: Choirul Arifin
Angka Pengangguran Akibat Pandemi Covid-19 Menurun Jadi 19,10 Juta Orang
TRIBUNNEWS/REYNAS ABDILA
Kepala BPS Suhariyanto 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Reynas Abdila

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suhariyanto menerangkan angka pengangguran akibat pandemi Covid-19 mengecil menjadi 19.10 juta orang per Februari 2021.

Angka ini sudah lebih baik ketimbang posisi Agustus 2020 yakni sebanyak 29,12 juta orang.

"Penduduk usia kerja yang terdampak Covid-19 turun 10,02 juta orang menjadi 19,10 juta orang pada Februari 2021. Artinya dampaknya sudah tidak sedalam Agustus 2020," jelas Suhariyanto, Rabu (5/5/2021).

Menurutnya, capaian ini menunjukkan perbaikan meski belum sepenuhnya fully recovered.

"Mayoritas angkatan kerja yang masih terdampak pandemi adalah mereka bekerja tetapi mengalami pengurangan jam kerja. Ini tentunya memengaruhi sisi pendapatan," tukasnya.

Baca juga: BPS: Inflasi Maret 2021 0,08 Persen Dipicu Cabai Rawit dan Bawang Merah

BPS mencatat tingkat pengangguran terbuka (TPT) menurut jenis kelamin pada Februari 2021 didominasi kaum laki-laki sebesar 6,81 persen sementara perempuan 5,41 persen.

Baca juga: Jokowi Sebut Pemerintah Tidak Impor Beras Selama Tiga Tahun, Ini Kata BPS

TPT perempuan bila dibandingkan periode yang sama tahun lalu mengalami penurunan lebih cepat daripada laki-laki.

"Data ini kembali menunjukkan sudah ada perbaikan namun belum sepenuhnya normal," tukasnya.

Jumlah pengangguran di perkotaan juga lebih cepat menurun dibandingkan di pedesaan karena faktor ketersediaan lapangan pekerjaan.

Misalnya DKI Jakarta dari bulan Agustus 2020 ke Februari 2021 telah turun 24,4 persen, begitu juga di Banten dan Jawa Barat.

"Di Bali yang bergantung terhadap pariwisata pertumbuhan TPTnya sangat-sangat lambat. Ini bisa dipahami karena Bali sampai dengan triwulan I 2021 ini masih mengalami kontraksi cukup dalam," kata Suhariyanto.

Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas