Tribun Bisnis
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Menteri Bahlil Diminta Segera Tagih Komitmen Investasi Asing ke Indonesia

Faisol Riza menilai, kewenangan dan fungsi yang dimiliki Kementerian Investasi diharapkan dapat mengatasi persoalan selama ini.

Menteri Bahlil Diminta Segera Tagih Komitmen Investasi Asing ke Indonesia
TRIBUNNEWS/FITRI WULANDARI
Menteri Investasi Bahlil Lahadalia 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Reynas Abdila

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Wakil Ketua Dewan Pertimbangan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) DKI Jakarta Sarman Simanjorang menilai penunjukkan Bahlil Lahadalia sebagai Menteri Investasi adalah langkah tepat.

Menurutnya, latar belakang pengusaha membuat Bahlil paham mengenai aturan masuknya investasi ke RI.

“Untuk dunia usaha, pelantikan Pak Bahlil sangat tepat. Ini terbukti kinerjanya sebagai kepala BKPM sangat baik, dan beliau juga sangat aktif mengundang investor besar masuk Indonesia,” ujarnya, Senin (3/5/2021).

Ketua Komisi VI DPR Faisol Riza menilai, kewenangan dan fungsi yang dimiliki Kementerian Investasi diharapkan dapat mengatasi persoalan selama ini.

Baca juga: UEA Didorong Realisasikan Rencana Investasi Wisata 1 Miliar USD di Aceh

“Kami berharap Pak Bahlil bisa menjadi menteri super untuk investasi. Selama ini, BKPM hanya memiliki fungsi koordinatif saja sehingga belum memadai. Makanya keberadaan Kementerian Investasi diharapkan dapat mempercepat koordinasi sektoral,” ungkap Faisol.

Baca juga: Sampaikan Pidato Politik Perdana, Ketum Partai Ummat Bicara Investasi Politik Hingga IT dan AI

Faisol juga menambahkan sebagai Menteri Investasi, Bahlil diharapkan untuk sigap menagih sejumlah komitmen investasi asing yang sampai kini belum terealisasi, termasuk investasi yang mangkrak.

Sebelumnya, Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia menjanjikan untuk mempercepat eksekusi komitmen investasi.

Baca juga: Hingga Maret 2021, KEK Kendal Catat Investasi Masuk Rp 19,2 Triliun

Pihaknya akan memuluskan investasi di bidang teknologi investasi, terlebih yang memiliki dampak untuk membuka lapangan pekerjaan.

“Silakan investor datang saja bawa teknologi, bawa modal, dan sebagian pasar. Biarlah izin nanti negara yang akan bantu. Pengusaha siapa yang serius melakukan investasi dan realisasi pasti kita akan dorong,” ungkap Bahlil pekan lalu.

Halaman
12
Ikuti kami di
Penulis: Reynas Abdila
Editor: Choirul Arifin
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas