Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun Bisnis
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Lebaran 2021

Kapasitas Destinasi Wisata DKI Dibatasi 30 Persen, Menparekraf Minta Pengelola Patuh Jalankan Aturan

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno mengatakan kapasitas destinasi pariwisata DKI Jakarta

Kapasitas Destinasi Wisata DKI Dibatasi 30 Persen, Menparekraf Minta Pengelola Patuh Jalankan Aturan
istimewa
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Reynas Abdila

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno mengatakan kapasitas destinasi pariwisata DKI Jakarta dibatasi hanya 30 persen saat libur lebaran 2021.

Hal itu sesuai dengan keputusan Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi DKI Jakarta Nomor 354 Tahun 2021 tentang perpanjangan PPKM Berbasis Mikro pada sektor usaha pariwisata.

"Destinasi wisata yang boleh hanya 30 persen maksimal DKI Jakarta. Kami meminta pengelola destinasi wisata agar mempersiapkan protokol kesehatan harus ketat dan disiplin serta patuh menjalankan aturan," kata Sandiaga dalam konferensi pers, Senin (10/5/2021).

Baca juga: KBRI Madrid Perkuat Relasi Antar Pemangku Kepentingan Pariwisata Indonesia dan Spanyol

Menurutnya, situasi ini harus dihadapi dengan sangat serius supaya apa yang menjadi kekhawatiran tidak terjadi.

Suasana di Pantai Taman Impian Jaya Ancol, Ancol, Jakarta Utara, Minggu (12/9/2020).
Pada PSBB transisi Ancol masih menjadi tempat berlibur bagi warga Jakarta. Tapi pihak pengelola Ancol menunggu pemerintah untuk keputusan pemerintah tetap buka dengan protokol kesehatan atau kembali tutup. WARTA KOTA/HENRY LOPULALAN
Suasana di Pantai Taman Impian Jaya Ancol, Ancol, Jakarta Utara, Minggu (12/9/2020). Pada PSBB transisi Ancol masih menjadi tempat berlibur bagi warga Jakarta. Tapi pihak pengelola Ancol menunggu pemerintah untuk keputusan pemerintah tetap buka dengan protokol kesehatan atau kembali tutup. WARTA KOTA/HENRY LOPULALAN (WARTA KOTA/WARTA KOTA/HENRY LOPULALAN)

Namun semua ini, ujungnya kembali ke kesadaran masing-masing masyarakat.

"Saya harapkan betul kerjasama dari masyarakat. Destinasi wisata sebagai sentra ekonomi tidak hadir sebagai risiko karena pengelola tidak patuh melakukan melakukan penindakan dan pengawasan," tuturnya.

Baca juga: Moto GP-Superbike Awal Kebangkitan Pariwisata, Sandiaga Buka Program Studi Baru Khusus Sport Tourism

Sandiaga mengaku tidak akan segan-segan memberi rekomendasi destinasi wisata yang melanggar untuk ditutup.

Apalagi dia menilai saat ini sudah ada teknologi yang bisa mengetahui jumlah kapasitas pengunjung di destinasi wisata sehingga akses masuk bisa dimonitor.

"Mari kita patuhi protokol kesehatan secara ketat. Karena saya mendapat kabar varian baru yang dikenal dengan VOC 202012/01 atau B.1.1.7 itu sudah ditemukan di Jakarta," kata dia.

Baca juga: Pulang Wisata dari Bogor, 180 Warga di RW 28 Bonang Tangerang Positif Covid-19

Mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta ini meminta masyarakat tidak melepas maskernya apalagi hanya untuk kepentingan foto bersama.

Dia menilai saat masker dilepas maka tidak ada lagi proteksi diri sehingga berpotensi tertular virus Covid-19.

"Masyarakat harus sadar kita belum bisa sama sekali mengatasi pandemi ini. Kalau ada yang abai potret, laporkan, viralkan!" tuntasnya.

Penulis: Reynas Abdila
Editor: Hendra Gunawan
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas