Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Bisnis
LIVE ●
Update Jadwal & Skor
Menuju Kick-Off
00
Hari
00
Jam
00
Menit
00
Detik
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 09:00 WIB
Mexico
Meksiko
VS
South Africa
Afrika Selatan
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 16:00 WIB
South Korea
Korea Selatan
VS
Czechia
Ceko
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga

Bappebti Dinilai Gelar 'Karpet Merah' untuk Kripto Demi Gaet Investor Kakap

Bappebti dinilai akan menggelar "karpet merah" untuk komoditas cryptocurrency

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Sanusi
zoom-in Bappebti Dinilai Gelar 'Karpet Merah' untuk Kripto Demi Gaet Investor Kakap
The Independent
ilustrasi 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Yanuar Riezqi Yovanda

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) dinilai akan menggelar "karpet merah" untuk komoditas cryptocurrency atau mata uang kripto demi gaet investor skala besar alias kakap.

Pengamat pasar modal dari Universitas Indonesia Budi Frensidy mengatakan, Bappebti menyasar investor kakap yang juga terbiasa berspekulasi dengan asetnya.

"Bappebti menargetkan investor tertentu yang punya dana besar dan terbiasa spekulasi," ujarnya melalui pesan singkat kepada Tribunnews, Selasa (11/5/2021).

Baca juga: Ingatkan Masyarakat, OJK: Investasi Mata Uang Kripto Sangat Berisiko

Karena itu, Budi tidak menyarankan investor ritel dengan modal tidak besar mengambil risiko untuk ikut menaruh uangnya di kripto.

"Lebih besar risikonya untuk investor awam, pemula, dan bermodal terbatas," katanya.

Di sisi lain, dia menambahkan, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bisa melakukan edukasi ke publik dan juga pengumuman jika ada korban merugi dari main kripto.

Rekomendasi Untuk Anda

"Dari OJK, diharapkan investor tahu siapa yang bisa diminta tanggungjawab. Namun, mestinya risiko itu ditanggung sendiri," pungkas Budi.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

BizzInsight

Berita Populer
Atas