Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Bisnis
LIVE ●
Update Jadwal & Skor
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 02:00 WIB
Mexico
Meksiko
2 - 0
South Africa
Afrika Selatan
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 09:00 WIB
South Korea
Korea Selatan
VS
Czechia
Ceko
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga

Bank Indonesia Prediksi Terjadi Deflasi 0.09 Persen di Juni 2021, Ini Faktornya

Perkiraan inflasi Juni 2021 secara tahun kalender sebesar 0,81 persen (ytd), dan secara tahunan sebesar 1,40 persen (year to year/yoy).

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Bambang Ismoyo
Editor: Choirul Arifin

Laporan Wartawan Tribunnews, Ismoyo

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTABank Indonesia (BI) berdasarkan Survei Pemantauan Harga pada minggu I Juni 2021 mengatakan, perkembangan harga pada minggu I Juni 2021 masih relatif terkendali.

Direktur Eksekutif Kepala Departemen Bank Indonesia, Erwin Haryono mengatakan, diperkirakan pada Juni 2021 akan deflasi 0,09 persen (month to month/mtm). 

Dengan perkembangan tersebut, perkiraan inflasi Juni 2021 secara tahun kalender sebesar 0,81 persen (ytd), dan secara tahunan sebesar 1,40 persen (year to year/yoy).

“Penyumbang utama deflasi Juni 2021 sampai dengan minggu pertama yaitu komoditas daging ayam ras dan cabai merah masing-masing sebesar -0,08 persen (mtm),” jelas Erwin dalam keterangannya, Jumat (4/6/2021).

Baca juga: Tren Deflasi Berakhir, BPS Catat Inflasi 0,07 persen di Oktober 2020

“Tarif angkutan antarkota -0,06 persen (mtm), cabai rawit -0,04 persen (mtm), bawang merah -0,02 persen (mtm), tomat, kelapa dan tarif angkutan udara masing-masing sebesar -0,01 persen (mtm),” sambungnya.

Baca juga: BPS: Puasa dan Lebaran Pengaruhi Inflasi Mei 2021 Sebesar 0,32 Persen

Erwin kembali melanjutkan, beberapa komoditas mengalami inflasi, antara lain emas perhiasan sebesar 0,04 persen (mtm) telur ayam ras sebesar 0,03 persen (mtm) minyak goreng, nasi dengan lauk dan rokok kretek filter masing-masing sebesar 0,01 persen (mtm).

Rekomendasi Untuk Anda

Bank Indonesia akan terus memperkuat koordinasi dengan Pemerintah dan otoritas terkait, untuk memonitor secara cermat dinamika penyebaran Covid-19 dan dampaknya terhadap perekonomian Indonesia dari waktu ke waktu.

“Serta langkah-langkah koordinasi kebijakan lanjutan yang perlu ditempuh untuk menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan, serta menopang pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap baik dan berdaya tahan,” pungkasnya.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

BizzInsight

Berita Populer
Atas