Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun Bisnis
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Sri Mulyani akan Tambah 6 Daerah untuk Pakai Anggaran Perubahan Iklim 

Kementerian Keuangan akan menambahkan 6 daerah lagi untuk mendukung pemakaian anggaran perubahan iklim atau climate change. 

Sri Mulyani akan Tambah 6 Daerah untuk Pakai Anggaran Perubahan Iklim 
Bambang Ismoyo/Triunnews.com
Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kementerian Keuangan menyatakan, akan menambahkan 6 daerah lagi untuk mendukung pemakaian anggaran perubahan iklim atau climate change. 

Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan, pemerintah sebelumnya telah memberikan dukungan melalui berbagai instrumen ke 11 daerah yang diujicobakan, terdiri dari 7 daerah provinsi dan 3 kabupaten serta 1 kota. 

"Kita berharap banyak pimpinan-pimpinan kepala daerah sekarang yang memahami mengenai isu perubahan iklim dan akan meletakkan di dalam prioritas kebijakan mereka. Tahun ini kita akan menambah lagi 6 daerah lain yang akan ikut di dalam program regional budget climate tagging ini," ujarnya dalam webinar "Climate Change Challenge: Preparing for Indonesia's Green and Sustainable Future", Jumat (11/6/2021). 

Baca juga: Utang BUMN Tembus Ribuan Triliun, Stafsus Erick Thohir Sebut Masih Aman

Baca juga: KSP: Pemerintah RI Serius Tangani Isu Perubahan Iklim

Sementara, porsi alokasi dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk perubahan iklim saat ini sekira 4,1 persen. 

"Ini pasti tidak akan memadai, jumlahnya sekira Rp 86,7 triliun per tahun dibandingkan dari kebutuhannya sebesar Rp 266 triliun. Memang ini tidak selalu harus menggunakan APBN," kata Sri Mulyani. 

Menurut dia, isu perubahan iklim harus dilakukan secara gotong royong bersama antara pemerintah, swasta, bahkan para filantropis, dan masyarakat. 

"Masyarakat sangat bisa membantu melalui risk manajemen. Bagaimana kebiasaan mereka di dalam menggunakan energi, air bersih, dan lain-lain, termasuk membuang sampah dan mengkonsumsi barang-barang yang lebih ramah lingkungan," pungkasnya.

Ikuti kami di
Penulis: Yanuar Riezqi Yovanda
Editor: Theresia Felisiani
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas