Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun Bisnis
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Gandeng BUMN dalam Penanganan Bencana, Mensos Risma: Kami Tak Bisa Bekerja Sendirian

Menteri Sosial Tri Rismaharini mengatakan pihaknya tidak bisa bekerja sendirian dalam penanganan bencana.

Gandeng BUMN dalam Penanganan Bencana, Mensos Risma: Kami Tak Bisa Bekerja Sendirian
screenshot
Menteri Sosial Tri Rismaharini. 

Laporan wartawan Tribunnews.com, Fahdi Fahlevi 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Sosial Tri Rismaharini mengatakan pihaknya tidak bisa bekerja sendirian dalam penanganan bencana.

Menurutnya, dibutuhkan bersinergi dengan berbagai pihak terkait dalam penanganan bencana di tanah air.

“Kemampuan kami menangani bencana alam maupun sosial itu sangatlah terbatas," ujar Risma melalui keterangan tertulis, Kamis (17/6/2021). 

Untuk mempercepat penanganan bencana, Kementerian Sosial menggandeng BUMN, LSM/NGO, partai politik, pilar-pilar sosial, serta Kementerian dan Lembaga.

Baca juga: Kemensos Siapkan Personel Penanggulangan Bencana yang Memiliki Kemampuan Menolong Korban di Perairan

"Kami menggandeng media nasional, perusahaan multinasional, platform penggalangan dana digital, serta berbagai komunitas hobi ternama," kata Risma. 

Bagi korban bencana anak-anak, Kementerian Sosial memberikan layanan trauma healing salah satunya dengan membangun perpustakaan yang dilengkapi fasilitas free wifi. 

Fasilitas free wifi tersebut, kata Risma, merupakan hasil kerja sama antara Kementerian Sosial dengan PT Telkom dan donasi dari para pelanggan IndiHome.

"Dengan adanya free wifi di perpustakaan menjadikan anak-anak bisa tetap belajar dengan nyaman," ungkap Risma.

Baca juga: Mensos Risma: 9,3 Persen Penduduk Usia Kerja Terdampak Pandemi Covid-19

Di perpustakaan juga dilengkapi buku-buku bacaan yang bermanfaat tidak hanya mendukung pelajaran di sekolah, tetapi bisa untuk menambah ilmu pengetahuan.

“Pengadaan buku-buku di perpustakaan dengan menggandeng Kompas yang masih diinventarisir kebutuhan apa lagi yang bisa disumbangkan," pungkas Risma. 

Penulis: Fahdi Fahlevi
Editor: Malvyandie Haryadi
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas