Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun Bisnis
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

KKP Tekan Pelanggaran Nelayan Indonesia Pelintas Batas

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) berupaya menekan laju pelanggaran lintas batas yang dilakukan oleh nelayan Indonesia.

KKP Tekan Pelanggaran Nelayan Indonesia Pelintas Batas
istimewa/Tribun Jabar
ilustrasi 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Reynas Abdila

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTAKementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) berupaya menekan laju pelanggaran lintas batas yang dilakukan oleh nelayan Indonesia.

Plt. Direktur Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan, Antam Novambar menegaskan langkah konkret yang dilakukan melalui sosialisasi langsung kepada nelayan.

Baca juga: Menteri Trenggono Dorong Balai KKP di Takalar Tingkatkan Produksi Benih Rajungan

“Ini upaya kami membina nelayan Indonesia agar tidak ditangkap oleh aparat negara lain karena melakukan pelanggaran lintas batas,” kata Antam, dalam keterangannya, Rabu (23/6/2021).

Antam menuturkan bahwa banyaknya nelayan Indonesia ditangkap di luar negeri terjadi karena masih banyak nelayan tradisional Indonesia yang belum memahami dan mengetahui dengan jelas batas wilayah laut dengan negara lain.

Baca juga: KKP: Komoditas Ikan Lokal Berpotensi Tingkatkan Kesejahteraan dan Gizi Masyarakat

Hal ini dikarenakan tidak dilengkapi dengan alat navigasi dan komunikasi yang memadai, dan tidak memiliki peta laut.

“Ini perlu diberikan pemahaman, baik dari sisi aturan, maupun pemahaman teknis terkait dengan batas wilayah, agar mereka tidak melanggar,” jelas Antam.

Baca juga: Bebas Bea Masuk, KKP Genjot Ekspor Udang ke AS

Sementara itu, Pengawas Perikanan Utama Ditjen PSDKP Nugroho Aji menyambut baik deklarasi untuk tidak melintas batas yang disampaikan oleh nelayan di Idi Rayeuk, Aceh.

Nugroho berharap agar beberapa nelayan yang masih belum bisa dipulangkan karena menjalani proses hukum di negara lain dapat menjadi pembelajaran.

“Kami berharap nelayan-nelayan kita tidak lagi melintas batas dan menangkap ikan di wilayah perairan negara lain,” ungkap Nugroho.

Dalam waktu tiga tahun terakhir, sebanyak 140 nelayan Indonesia ditangkap di berbagai negara.

Sekitar 68 orang di antaranya tengah menjalani proses hukum di Malaysia, India, Thailand dan Papua Nugini.

Penulis: Reynas Abdila
Editor: Sanusi
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas