Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Bisnis
LIVE ●

Bulog Siapkan Tamabahan 200 Ribu Ton Beras untuk Bansos, Begini Respon Komisi IV DPR

Perum Bulog menyiapkan 200 ribu ton beras untuk tambahan bantuan sosial dari Kementerian Sosial untuk penerima BST dan PKH.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Chaerul Umam
Editor: Choirul Arifin
zoom-in Bulog Siapkan Tamabahan 200 Ribu Ton Beras untuk Bansos, Begini Respon Komisi IV DPR
Tribunnews/Irwan Rismawan
Pekerja menata karung berisi beras di Gudang Bulog Kanwil DKI dan Banten, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Kamis (18/3/2021). Tribunnews/Irwan Rismawan 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Chaerul Umam

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Perum Bulog menyiapkan 200 ribu ton beras untuk tambahan bantuan sosial dari Kementerian Sosial untuk para penerima Bantuan Sosial Tunai (BST) dan Program Keluarga Harapan (PKH)

Anggota Komisi IV DPR Fraksi PKS Hermanto mengapresiasi kebijakan itu. Menurutnya, hal tersebut bisa memberikan efek positif untuk membantu petani menyerap hasil panen mereka.

"Saya mengapresiasi Bulog untuk penyiapan beras untuk para penerima program BST dan PKH, bila beras tersebut diserap dan dibeli dari petani yang sedang panen raya di daerah-daerah," kata Hermanto kepada wartawan, Jumat (9/7/2021).

Baca juga: Bansos Tunai Rp 600 Ribu dan Beras 10 Kg dari Kemensos: Cek di cekbansos.kemensos.go.id

"Dengan menyerapkan beras petani dalam negeri akan dapat tiga keuntungan bagi negara, yaitu; meningkatkan kesejahteraan petani, menguatkan program BST dan PKH berbasis kemampuan dalam negeri dan mewujudkan kedaulatan pangan," imbuhnya.

Baca juga: Bulog Siapkan Beras 200 Ribu Ton Beras untuk Bansos PPKM Darurat    

Hermanto mengatakan, dengan dukungan pasokan sumber beras dalam negeri maka kebutuhan akan terpenuhi dalam waktu cepat dan penyerapan APBN lebih optimal untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional.

Serta membantu mengatasi masyarakat yang sedang dilanda pandemi Covid-19.

Rekomendasi Untuk Anda

"Usahakan beras tidak berasal dari impor karena pemetintah belum memiliki sistem karantina yang komprehensif untuk mencegah penularan covid-19 dari beras impor," pungkasnya.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

BizzInsight

Berita Populer
Atas