Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun Bisnis
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Gangguan Sistem CEISA Bea Cukai Berisiko Menumpuknya Barang di Pelabuhan Tanjung Priok

Gangguan sistem CEISA Bea Cukai akan mengakibatkan penumpukan barang  lebih dari biasanya di lapangan impor.

Gangguan Sistem CEISA Bea Cukai  Berisiko Menumpuknya Barang di Pelabuhan Tanjung Priok
TRIBUNNEWS.COM/HO
Aktivitas bongkar muat di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Ismoyo

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Pelabuhan Indonesia II atau Pelindo II memastikan pelayanan bongkar serta muat kapal di Pelabuhan Tanjung Priok tetap berjalan dengan normal.

Hal tersebut dikatakan EVP Sekretariat Perusahaan Pelindo II, Ali Mulyono, menanggapi sistem CEISA Bea Cukai yang sedang mengalami gangguan.

Ali melanjutkan, gangguan sistem tersebut akan mengakibatkan penumpukan barang  lebih dari biasanya di lapangan impor.

Dan sebaliknya, penumpukan bakal lebih sedikit di lapangan ekspor.

Sebagai informasi, dalam beberapa hari terakhir, sistem layanan Customs-Excise Information System and Automation (CEISA) yang digunakan Bea Cukai dalam pelayanan kepabeanan dan cukai mengalami gangguan.

Gangguan tersebut pada sisi database karena adanya force majeure di sistem IT.

Baca juga: Impor Indonesia Melonjak 21,03 Persen di Juni 2021, Komoditi Asal China Merajai

“Untuk mengantisipasi potensi kongesti di pelabuhan sebagai dampak dari gangguan Sistem CEISA tersebut, terminal-terminal di Pelabuhan Tanjung Priok melakukan beberapa aksi penanggulangan,” ucap Ali dalam keterangannya, Kamis (15/7/2021).

Baca juga: BPS: Neraca Perdagangan Juni 2021 Surplus 1,32 Miliar Dolar AS

“Antara lain memanfaatkan lapangan ekspor untuk penumpukan container impor, melakukan unlock capacity dengan optimalisasi lahan yang ada dan pemindahan lokasi sebagian container impor ke Tempat Penumpukan Sementara (TPS) lini 2,” sambungnya.

Terminal juga bekerjasama dengan pihak Bea Cukai Tanjung Priok dalam pelaksanaan transaksi manual, baik ekspor untuk Nota Pelayanan Ekspor (NPE) maupun impor untuk Surat Persetujuan Pengeluaran Barang (SPPB).

Baca juga: Bea Cukai: Sistem CEISA Berangsur Pulih

Diprediksi akan terjadi Yard Occupancy Rate (YOR) yang tinggi pada Sabtu dan Minggu (17 - 18 Juli 2021) di semua terminal internasional.

“PT Pelabuhan Indonesia II (Persero)/ IPC telah melakukan rapat koordinasi bersama Otoritas Pelabuhan Tanjung Priok, Syahbandar Tanjung Priok, Bea Cukai Tanjung Priok dan seluruh terminal di wilayah kerja Pelabuhan Tanjung Priok untuk mengantisipasi kemacetan yang mungkin timbul apabila aplikasi CEISA kembali normal,” pungkas Ali Mulyono.

Diprediksi akan terjadi rush hour dimana pengambilan  atau pengiriman petikemas dari dan ke terminal secara bersamaan dan berpotensi mengakibatkan kepadatan pada saat yang sama.

Selain itu, Pelindo II juga akan memberlakukan kebijakan extend closing time serta pembebasan denda atau keringanan storage progressive.

Penulis: Bambang Ismoyo
Editor: Choirul Arifin
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas