Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun Bisnis
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Mengaku Diperas Bank Syariah, Jusuf Hamka Akan Dipanggil OJK

OJK akan memanggil pengusaha jalan tol, Jusuf Hamka untuk mengklarifikasi pernyataannya yang mengaku diperas bank syariah

Mengaku Diperas Bank Syariah, Jusuf Hamka Akan Dipanggil OJK
istimewa/ instagram @jusufhamka
Pengusaha Jusuf Hamka (tengah) 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Seno Tri Sulistiyono

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) akan memanggil pengusaha jalan tol, Jusuf Hamka untuk mengklarifikasi pernyataannya yang mengaku diperas saat akan melunasi utangnya di salah satu perbankan syariah.

Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso mengatakan, pemanggilan Jusuf Hamka akan dilakukan segera, agar permasalahan tidak berlarut-larut dan menimbulkan citra buruk terhadap perbankan dalam negeri, khususnya perbankan syariah.

Baca juga: Bahana TCW dan DBS Ajak Inves di Pasar Keuangan AS Lewat Reksadana Ekuitas Syariah USD

"Kami akan memanggil yang bersangkutan untuk mengklarifikasi apakah benar pernyataannya seperti itu," kata Wimboh dalam keterangannya, Sabtu (24/7/2021).

Wimboh meminta, nasabah yang memiliki permasalah dengan perbankan, seperti yang dialami Jusuf Hamka, bisa melakukan pengaduan ke OJK lewat bagian perlindungan konsumen.

"Jadi langkah-langkahnya seperti itu, bila merasa dizalimi atau ada sengketa dengan perbankan, bisa diselesaikan lewat OJK. Kami akan membantu mediasi, kami sangat terbuka bila ada masalah-masalah," ucap Wimboh.

Baca juga: Koperasi Syariah Berperan Penting Gerakkan Sektor Riil

Sebelumnya, dalam podcast Deddy Corbuzier, Jusuf Hamka mengaku diperas oknum bank syariah swasta.

Ia menyebut, perusahaannya di Bandung memiliki pinjaman sindikasi senilai Rp800 miliar dengan bunga 11 persen.

Namun, karena adanya pembatasan pergerakan orang, membuat pendapatan perusahaannya menjadi tertekan, dan meminta keringanan bunga menjadi 8 persen.

Namun, permintaan itu tidak disetujui, dan akhirnya Jusuf memutuskan melakukan pelunasan dengan mengirimkan uang sejumlah Rp795 miliar pada 22 Maret 2021.

"Saya kirim Rp 795 miliar kira-kira, untuk melunasi utang tersebut, tahu-tahu uang saya masuk di rekening, biasanya kan karena ini sindikasi jadi ada agent bank tersebut juga, uang saya tidak didebet langsung. Tidak dibayarkan kepada utang, padahal saya sudah kasih surat kami untuk instruksi pembayaran utang," ujar Jusuf Hamka dalam Podcast Deddy Corbuzier.

"Mereka hold uang saya, bunga pinjaman saya berjalan terus sampai 2 bulan. Padahal uang sudah saya lunasi. Duit sudah di sana, tapi dia tidak mau terima sengaja digantung di rekening," katanya.

Penulis: Seno Tri Sulistiyono
Editor: Sanusi
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas