Tribun Bisnis

BCA Pastikan Stock Split Saham

Nilai nominal per unit saham BBCA saat ini Rp 62,50, sedangkan nilai nominal per unit saham BBCA setelah stock split akan menjadi sebesar Rp12,5

Penulis: Bambang Ismoyo
Editor: Eko Sutriyanto
BCA Pastikan Stock Split Saham
HANDOUT
Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Ismoyo

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - PT Bank Central Asia atau BCA memutuskan untuk melakukan aksi korporasi pemecahan saham yang beredar (stock split).

Adanya hal tersebut untuk memberikan kesempatan yang lebih luas bagi para investor ritel untuk berinvestasi di saham BCA.

Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja mengatakan, pihaknya mencermati perkembangan dan dinamika ekonomi dan pasar di dalam negeri, termasuk aktivitas perdagangan di Bursa Efek Indonesia.

Sebagai bagian dari anggota bursa, BCA juga memastikan komitmen mendorong perkembangan pasar modal tanah air.

Kepastian stock split ini tercetus dalam rapat Direksi dan Komisaris BCA PT Bank Central Asia Tbk (BCA) pada tanggal 29 Juli 2021 telah menyetujui aksi korporasi stock split dengan rasio 1 : 5 (1 saham lama menjadi 5 saham baru).

Baca juga: Ini Faktor Pendorong Bank Mega Untung Rp 1,56 Triliun Pada Semester I 2021

Nilai nominal per unit saham BBCA saat ini adalah Rp 62,50, sedangkan nilai nominal per unit saham BBCA setelah stock split akan menjadi sebesar Rp12,5.

Sebagai informasi, harga saham BBCA pada saat release ini dikeluarkan berkisar di level Rp30.000 per unit saham.

“Melalui aksi korporasi stock split ini, kami berharap harga saham BBCA akan lebih terjangkau bagi para investor ritel, utamanya demografi investor muda yang saat ini aktif meramaikan bursa,” jelas Jahja Setiaatmadja dalam keterangannya, Jumat (30/7/2021).

“Hal ini juga sebagai bentuk dukungan kami untuk meningkatkan likuiditas perdagangan di pasar modal dalam negeri,” sambungnya.

Baca juga: BCA Digital Gandeng Blibli Hadirkan Layanan Integrasi Melalui Blu

Proses stock split akan mengikuti ketentuan yang berlaku dan membutuhkan persetujuan pemegang saham melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS-LB).

Rencananya RUPS-LB akan diselenggarakan pada tanggal 23 September 2021.

Setelah memperoleh persetujuan dari para pemegang saham, BCA akan berkoordinasi dengan Bursa Efek Indonesia untuk memproses stock split yang diperkirakan akan terjadi pada bulan Oktober 2021.

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas