Geser ke atas / tap '✖' untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Bisnis
LIVE ●

Survei BPS: 20 Persen Responden Belum Vaksinasi karena Khawatir Ada Efek Samping

BPS menyebut sebagian besar responden atau publik belum melakukan vaksinasi, karena takut dengan efek samping setelah penyuntikan vaksin.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Sanusi
zoom-in Survei BPS: 20 Persen Responden Belum Vaksinasi karena Khawatir Ada Efek Samping
Shutterstock
Ilustrasi : Badan Pusat Statistik (BPS) menyebut sebagian besar responden atau publik belum melakukan vaksinasi, karena takut dengan efek samping setelah penyuntikan vaksin. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Seno Tri Sulistiyono

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) menyebut sebagian besar responden atau publik belum melakukan vaksinasi, karena takut dengan efek samping setelah penyuntikan vaksin.

Hal tersebut diketahui dari hasil survei BPS terkait Perilaku Masyarakat pada Masa Pandemi Covid-19 periode 13-20 Juli 2021, dengan 212.762 responden.

Baca juga: BPS: Inflasi Juli 2021 Sebesar 0,08 Persen

"20 persen dari responden yang belum melakukan vaksin itu, khawatir dengan efek samping dan juga tidak percaya dengan efektivitas vaksin," kata Kepala BPS Margo Yuwono secara virtual, Senin (2/8/2021).

Dalam survei memperlihatkan ada 32,5 persen responden yang belum divaksin karena alasan faktor kesehatan, ibu hamil, sarana dan akses jalan sulit.

Baca juga: Puskesmas Cipayung Target 300 Pelajar Divaksinasi Setiap Hari di Ponpes Minhaajurrosyidin

Kemudian, 15,8 persen belum melakukan vaksin karena khawatir efek samping, dan 4,2 persen tidak ingin vaksin karena tidak percaya fektivitas vaksin.

Lalu, ada 26,3 persen responden masih mencari lokasi yang menyediakan kuota vaksinasi, dan 21,2 persen sudah terjadwal tetapi memang belum waktunya melakukan vaksinasi.

Baca juga: Harga Emas Antam Senin, 2 Agustus 2021: Stagnan Jadi Rp 948.000 per Gram

Rekomendasi Untuk Anda

"Informasi yang dihasilkan merupakan gambaran individu yang berpartisipasi dalam survei online BPS, dan tidak mewakili kondisi seluruh masyarakat suatu daerah atau seluruh Indonesia," kata Margo.

Survei yang dilaksanakan BPS menggunakan metode non probality sampling yang disebarkan secara berantai (snowball).

Sebagian besar responden yaitu 55,2 persen perempuan, dan sisanya laki-laki, di mana asal responden berada Jawa-Bali adalah 71,3 persen.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

BizzInsight

Berita Populer
Atas