Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun Bisnis
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Bupati Jembrana Kembangkan Udang Vaname Metode Ramah Lingkungan

Bupati Jembrana I Nengah Tamba tengah berupaya menjadikan Kabupaten Jembrana sebagai sentra produksi budidaya komoditas laut.

Bupati Jembrana Kembangkan Udang Vaname Metode Ramah Lingkungan
IST
Bupati Jembrana I Nengah Tamba (menunjuk) meninjau pembangunan sentra udang vaname di Br Pebuahan, Desa Banyubiru, Selasa (2/8/2021). 

Laporan Wartawan Tribunnews, Vincentius Jyesta

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Bupati Jembrana I Nengah Tamba mengatakan pihaknya tengah berupaya menjadikan Kabupaten Jembrana sebagai sentra produksi budidaya komoditas laut.

Fokusnya yakni mengembangkan udang vaname atau whiteleg shrimp, jenis udang yang hidup di air laut dan payau bahkan air tawar. 

“Kita sangat serius untuk menjadikan Kabupaten Jembrana sebagai salah satu sentra produksi udang vaname di Indonesia, tentu dengan menggunakan metode yang ramah lingkungan” ujar Tamba, saat meninjau pembangunan sentra udang vaname di Br Pebuahan, Desa Banyubiru, Selasa (2/8/2021).

Dalam rangka mencapai tujuan tersebut, Tamba terus berkomunikasi dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan serta investor yang memiliki minat untuk bisnis budidaya hasil laut.

Hal itu terlihat saat Tamba mencanangkan dimulainya pembangunan tambak udang vaname yang menggunakan metode Ultra Intensive Aquagriculture Technology, sebuah metode terbaru budidaya udang vaname berbasis teknologi terkini.

Baca juga: Kembalikan Kejayaan Sektor Perikanan, Pemkab Jembrana akan Bangun Sentra Udang Vaname

Program ini merupakan kerjasama antara Pemda Jembrana dengan TNI AL dan menggandeng investor PT. Bonafit Bamaraja Marine dalam bentuk Program Kampung Bahari Nusantara berbasis budidaya udang vaname dan wisata bahari.

Baca juga: KKP Dukung Pengembangan Usaha Budidaya Udang Vaname di Muara Gembong

Tamba mengatakan pengembangan udang vaname tak lepas karena udang tersebut merupakan jenis udang yang sering dipakai untuk beragam jenis hidangan di restoran-restoran besar.

Baca juga: e-Fishery dan Baba Rafi Teken Kerjasama Waralaba Tambak Udang Vaname

Itulah mengapa kehadirannya, kata Tamba, sangat dibutuhkan di pasar. Dengan permintaan pasar yang tinggi, peluang untung pun otomatis semakin tinggi.

“Dalam pengembangannya dibutuhkan SDM dan teknologi yang tepat didalamnya. Dengan menerapkan pola budidaya yang diadaptasi disini, mulai dari teknologi, pemrosesan dan SDMnya akan mampu membawa kejayaan Jembrana sebagai sentra udang kembali,” ujarnya. 

Tamba meyakini budidaya udang itu akan membawa dampak positif untuk peningkatan perekonomian kabupaten Jembrana. Dia juga mengatakan bahwa di Kabupaten Jembrana panjang garis pantai mencapai 76 kilometer akan dimanfaatkan secara optimal. 

“Kita akan atur penataan ruang agar potensi pesisir ini bisa dimanfaatkan dengan optimal dan berkelanjutan,” tandasnya.
 

Penulis: Vincentius Jyestha Candraditya
Editor: Choirul Arifin
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas