Tribun Bisnis

Lebih Efisien dan Tidak Lagi Rumit, Pengguna PLTS Atap Diharapkan Terus Bertambah

Indonesia memiliki potensi Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) atap yang cukup besar, yakni mencapai 32,5 Gigawatt

Penulis: Bambang Ismoyo
Editor: Hendra Gunawan
Lebih Efisien dan Tidak Lagi Rumit, Pengguna PLTS Atap Diharapkan Terus Bertambah
ist
Ilustrasi: Pembangkit Listrik Tenaga Surya di Pulau Karampuang, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat 

"Teknologi yang banyak digunakan adalah teknologi crystalline. Secara termodinamik, efisiensinya 30 persen. Secara teoritis, praktisnya mungkin sekitar 27 persen. Teknologi ini sudah mature, jadi sudah pasti proven. Kalau di segi ekonomi sudah pasti ekonomis," tambah Linus.

Maka dari itu, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menargetkan 70 MWp PLTS atap akan terpasang pada akhir tahun ini.

Dengan teknologi yang kian mutakhir dan biaya yang semakin ekonomis, Pemerintah pun mendorong pemanfaatan PLTS atap yang lebih luas lagi.

Baca juga: Dekom PJB Kendarai Mobil Listrik Kunjungi PLTB dan PLTS di Ciheras

Yakni dengan menerbitkan aturan yang ramah bagi pengguna PLTS atap.

Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik dan Kerja Sama Kementerian ESDM, Agung Pribadi mengatakan, saat ini pemerintah tengah menyusun rancangan Peraturan Menteri (Permen) ESDM tentang pembangkit listrik tenaga surya atap.

PLTS atap tersebut juga akan terhubung pada jaringan tenaga listrik pemegang izin usaha penyediaan tenaga listrik, untuk kepentingan umum.

"Dengan disusunnya rancangan Permen ESDM terkait PLTS atap, diharapkan pemanfaatan PLTS atap akan semakin meningkat. Salah satu yang diatur dalam Permen ini adalah memperluas pengguna PLTS atap dan meningkatkan nilai keekonomian PLTS atap," ujar Agung Pribadi.

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas