Di Era Digital, Metode Penjualan Langsung Tetap Diminati Pasar Dunia
Industri penjualan langsung mencatat Tingkat Pertumbuhan Tahunan Majemuk (CAGR) selama tiga tahun meningkat meskipun ada badai pandemi
Penulis: Reynas Abdila
Editor: Eko Sutriyanto
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Reynas Abdila
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pandemi Covid-19 memaksa banyak bisnis untuk mempercepat adopsi digital .
Perilaku transaksi digital payment menjadi tren di semua negara di dunia.
Namun faktanya, metode penjualan langsung masih tetap diminati pasar.
World Federation of Direct Selling Associations (WFDSA) mencatat penjualan langsung global meningkat 2,3 persen tahun-ke-tahun, dari 175,3 miliar dolar AS pada 2019 menjadi 179,3 miliar dolar AS pada 2020.
"Bisnis penjualan langsung selalu terus berjalan dan bertahan sampai sekarang, bahkan semakin meningkat,” tegas CEO QNET -perusahaan penjualan langsung bertaraf internasional-, Malou Caluza, Selasa (24/8/2021).
Menurut Malou, industri penjualan langsung mencatat Tingkat Pertumbuhan Tahunan Majemuk (CAGR) selama tiga tahun meningkat meskipun ada badai pandemi.
Baca juga: Kemendag Terus Membantu UMKM Bertransformasi Menggunakan Platform Digital
"Industri penjualan langsung yang secara tradisional mengandalkan interaksi pribadi, ini sangat penting.
Mereka yang membuat perubahan dengan cepat dan mampu terlibat dengan dan mendukung pelanggan dan distributor mereka, tidak hanya bertahan, tetapi berkembang," lanjutnya.
Ia menambahkan landasan bisnis penjualan langsung adalah hubungan yang dibangun antara distributor dengan pelanggan.
Dengan adanya aturan penyekatan wilayah dan pembatasan kegiatan yang memaksa jarak sosial dan periode isolasi yang lama, industri penjualan langsung memang terpukul pada hari-hari awal pandemi.
Namun, sebagian besar perusahaan segera pulih setelah mereka dengan cepat beradaptasi dengan normal baru dengan beralih ke alat keterlibatan digital dan acara virtual serta program pelatihan.
“Bagi banyak orang, penjualan langsung menawarkan platform yang bagus untuk menjadi pengusaha mikro dan membangun bisnis penjualan yang mempromosikan produk tersebut ketika mereka mendaftar sebagai distributor perusahaan penjualan langsung,” tambah Malou.
Secara historis, penjualan langsung merupakan evolusi dari salesman keliling dari awal 1900-an.
Industri ini selalu mengalami pertumbuhan selama resesi ekonomi.
"Selama masa ekonomi yang goyah, orang memiliki kesadaran baru tentang perlunya membangun lebih banyak aliran pendapatan dan bagi mereka yang ingin memulai bisnis, penjualan langsung menawarkan peluang menarik untuk memulai yang tidak memerlukan banyak modal atau kebutuhan untuk menangani kerepotan operasional dan logistik," ucap Malou.
Kirim Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.