Tribun Bisnis

Moeldoko Siapkan Opsi Penyelesaian Permasalahan Kelangkaan Kontainer

Kelangkaan kontainer untuk ekspor di pelabuhan Indonesia, mendapat perhatian serius Kantor Staf Presiden (KSP).

Penulis: Fransiskus Adhiyuda Prasetia
Editor: Hendra Gunawan
Moeldoko Siapkan Opsi Penyelesaian Permasalahan Kelangkaan Kontainer
(Tribunnews/Hendra Gunawan)
Ilustrasi 

“Kenaikan harga freight yang luar biasa ini harus segera dicari akar masalahnya,” lanjut Moeldoko.

Sementara itu, Ketua Umum Dewan Pemakasi Jasa Angkutan Laut Indonesia (Depalindo) Toto Dirgantoro menilai, perlu ada regulasi khusus untuk mengatur arus kontainer ekspor/impor dan ketersediaan kapal terutama dalam kondisi darurat seperti saat ini.

“Jika arus kontainer ekspor/impor ini diatur dalam sebuah regulasi khusus, kita bisa memantau ketersediaan kontainer dalam negeri, baik repo container maupun empty container. Begitu juga dengan sistem penyewaan kontainernya,” kata Toto.

Baca juga: Kemenhub Gelar FGD Penetapan Alur Pelayaran Pelabuhan Pulau Tello dan Teluk Dalam

Ketua Indonesian National Shipowner’s Association (INSA) Carmelita Hartoto yang juga hadir dalam video converence menilai, pemerintah sebaiknya duduk bersama dengan Main Line Operator (MLO), untuk membahas harga freight.

“Pemerintah bisa bernegosiasi dengan MLO soal harga freight, karena ini sifatnya b to b,” jelas Carmelita.

Seperti diketahui, ekspor nasional yang diharapkan menjadi tumpuan untuk pemulihan ekonomi dalam negeri, terbentur oleh masalah kelangkaan kontainer, space kapal, dan penetapan kurs sepihak.

Akibatnya, terjadi kenaikan biaya ekspor hampir seribu persen. Saat ini saja, biaya ekspor ke Eropa dari USD.1000 menjadi USD.10.150, atau naik 915 persen, dan ke Amerika dari USD.1500 menjadi USD.14.600 atau naik 873 persen.

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas