Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun Bisnis
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Menkeu Berharap APBN dan APBD Jadi Motor Penggerak Pemulihan Ekonomi

Sri Mulyani Indrawati mendorong agar seluruh kementerian/lembaga dan pemda terus melakukan penyesuaian anggaran guna penanganan Covid-19.

Menkeu Berharap APBN dan APBD Jadi Motor Penggerak Pemulihan Ekonomi
ist
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Reynas Abdila

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mendorong agar seluruh kementerian/lembaga dan pemda terus melakukan penyesuaian anggaran guna penanganan Covid-19.

Ia berharap APBN dan APBD bisa menjadi motor penggerak untuk memulihkan ekonomi.

"Kita sudah memasuki bulan ke-9 tahun 2021 dan Covid-19 belum selesai. Terjadi refocusing bahkan hingga empat kali. Karena kita memang menggunakan APBN secara sangat fleksibel, responsif namun akuntabel,”," tutur Menkeu dalam Rakernas Akuntansi dan Pelaporan Pemerintah, dikutip Jumat (17/9/2021).

Baca juga: Berpotensi Gagal Bayar Utang, Menkeu AS Sebut Bencana Pasar Keuangan AS Semakin Dekat

Menkeu meminta K/L maupun pemda mengoptimalkan Program Penanganan Covid dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PC-PEN) dengan tetap menjaga aspek akuntabilitas dan transparansi agar ekonomi segera bangkit dan pulih.

“Belajar dari tahun 2020 kita akan mengelola tahun 2021 Insya Allah dengan lebih baik meskipun kondisi dan situasinya tidak selalu lebih mudah,” ucapnya.

Baca juga: 15 Kali Raih Opini WTP, DPD RI Dapat Penghargaan dari Menkeu Sri Mulyani

Menkeu menyampaikan penghargaan kepada seluruh menteri dan pimpinan Lembaga serta pimpinan pemda yang telah menjadi partner bagi Kementerian Keuangan untuk terus menjaga tata kelola keuangan negara.

Menurutnya, ini adalah bagian dari tugas bersama untuk menjaga kepercayaan publik.

"Segala kebijakan Pemerintah dalam hal pengalokasian dan penggunaan anggaran guna penanganan Covid-19 dan pemulihan ekonomi di semua K/L dan pemda memiliki tujuannya sama yaitu untuk bersama-sama menggunakan instrumen keuangan negara secara fleksibel, dinamis, responsif, namun tetap akuntabel dan transparan,” tutup Menkeu.

Percepatan realisasi program perlindungan sosial (perlinsos) dari pemerintah yang mencakup Program Bantuan Sosial Tunai (BST) yang didistribusikan oleh Pos Indonesia bersamaan dengan program Keluarga Harapan (PHK), Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT DD).

Penulis: Reynas Abdila
Editor: Sanusi
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas