Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun Bisnis
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Jaga Produksi BBM, PLN Pasok Listrik 678 MW ke Kilang Tuban 

Proyek GRR Tuban ini merupakan salah satu proyek strategis nasional untuk memenuhi kebutuhan energi dalam negeri

Jaga Produksi BBM, PLN Pasok Listrik 678 MW ke Kilang Tuban 
Tribunnews/Reynas
Direktur Utama PLN Zulkifli Zaini 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Seno Tri Sulistiyono

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - PT PLN (Persero) siap memasok listrik sebesar 678 megawatt (MW) ke Grass Root Refinery (GRR) atau kilang Tuban milik PT Pertamina Rosneft Pengolahan dan Petrokimia (PT PRPP). 

Direktur Utama PLN Zulkifli Zaini mengatakan, pasokan listrik ke GRR Tuban merupakan salah satu bentuk sinergi BUMN dalam menjaga ketahanan energi nasional. 

Melalui nota kesepahaman (MoU) dengan PT PRPP, PLN akan memasok listrik yang dibutuhkan GRR Tuban mulai dari pembangunan hingga beroperasi. 

PT PRPP merupakan perusahaan patungan antara PT Pertamina (Persero) dengan Rosneft Singapore Pte Ltd yang merupakan afiliasi perusahaan migas Rosneft asal Rusia.

"Proyek GRR Tuban ini merupakan salah satu proyek strategis nasional untuk memenuhi kebutuhan energi dalam negeri. Untuk itu, PLN mendukung tersedianya pasokan listrik dengan keandalan tinggi, berkualitas dan harga kompetitif," papar Zulkifli, Jumat (24/9/2021).

Baca juga: Investasi Rp 165 Miliar, PLN Dukung Kebutuhan Listrik Kereta Cepat

Menurutnya, PLN siap memenuhi berapa pun kebutuhan listrik di kilang minyak yang akan terintegrasi dengan kompleks petrokimia. 

Saat ini sistem kelistrikan Jawa Bali memiliki daya mampu netto sekitar 38 gigawatt (GW), dengan beban puncak sekitar 26 GW. 

"Setelah PLN ikut memasok listrik ke Blok Rokan dan dilanjutkan ke kilang GRR Tuban, Kami optimistis dapat terus memberikan kontribusi positif dalam menyediakan pasokan listrik bagi industri minyak dan gas nasional," paparnya. 

Direktur Utama PT Kilang Pertamina Internasional (KPI), Djoko Priyono menjelaskan, keandalan pasokan listrik sangat dibutuhkan di kilang yang bakal memproduksi bahan bakar minyak (BBM) sebesar 230 ribu barel per hari. 

Djoko menyebut, Pertamina membutuhkan pasokan listrik sebesar 20 MW dari PLN sejak kontruksi dimulai pada kuartal III 2023.

Sedangkan tahap commisioning yang ditargetkan pada kuartal II 2026, Pertamina membutuhkan pasokan listrik sebesar 50 MW, di mana harapannya pada kuartal I 2027, GRR Tuban sudah beroperasi penuh.

"Dengan beroperasi penuh Pertamina butuh pasokan daya sebesar 678 MW yang ini rencananya akan dipasok melalui kombinasi antara self power generation dan grid system milik PLN," ujar Djoko.

Penulis: Seno Tri Sulistiyono
Editor: Eko Sutriyanto
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas